Ekosistem hutan mangrove mempunyai sifat dan bentuk yang khas, serta memiliki fungsi
dan manfaat sebagai sumberdaya pembangunan. Hutan mangrove sebagai fungsi biologis, dikenal
sebagai daerah asuhan (nursery ground) dan tempat pemijahan (spawning ground) bagi ikan, udang,
kepiting, kerang, dan biota perairan lainnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan
keanekaragaman iktiofauna di Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Adapun pengambilan
sampel dilakukan pada 4 (empat) stasiun dengan menggunakan jaring tiga lapis (trammel net), jaring
insang (gill net), dan bubu lipat. Data diperoleh kemudian diolah secara deskriptif kuantitatif untuk
mengetahui indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks kekayaan jenis dan indeks
similaritas. Selama penelitian telah terkumpul ikan sebanyak 1.114 ekor terdiri dari 15 species dan
12 genus. Apogon ceramensis, Scyla serata, Mugil dussumieri dan Toxotes jaculatos merupakan
spesies ditemukan pada semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H) berkisar antara 0,0698 – 0,1566.
Indeks kemerataan (E) berkisar 0,0696–0,1835. Indek kekayaan jenis (D) berkisar 1,5941 – 4,7824.
Indeks dominasi 0,0128–0,0530. Indeks similiritas (λ) tertinggi yaitu antara stasiun A dan B dengan
tingkat kemiripan 73,33%.
kata kunci: Keanekaragaman, iktiofauna, hutan mangrove, Carocok Tarusan