Recently Published
Uji Klinik Fase II Ramuan Jamu Sebagai Pelindung Fungsi Hati Image
Uji Klinik Fase II Ramuan Jamu Sebagai Pelindung Fungsi Hati Image

Uji Klinik Fase II Ramuan Jamu Sebagai Pelindung Fungsi Hati

Deteksi Dini Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Cuaca di DKI Jakarta Menggunakan Metode Zero Truncated Negative Binomial Image
Deteksi Dini Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Cuaca di DKI Jakarta Menggunakan Metode Zero Truncated Negative Binomial Image

Deteksi Dini Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Cuaca di DKI Jakarta Menggunakan Metode Zero Truncated Negative Binomial

Kesinambungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Maternal di Indonesia Image
Journal article

Kesinambungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Maternal di Indonesia

Efek Beauveria Bassiana Pada Anopheles Maculatus Fase Aquatik Di Laboratorium Image
Journal article

Efek Beauveria Bassiana Pada Anopheles Maculatus Fase Aquatik Di Laboratorium

Most Viewed
Gambaran Konsumsi Sayur Dan Buah Penduduk Indonesia Dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014 Image
Journal article

Gambaran Konsumsi Sayur Dan Buah Penduduk Indonesia Dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014

Fruits and vegetables consumption was required by human body as sources of vitamins, minerals and fibers in achieving a healthy and nutritious balanced diet. The objective of the analysis is to obtain proportion and the average of fruits and vegetables consumed by Indonesian population at the age group, both in urban and rural areas from the 2014 Individual Food Consumption Survey The analysis showed that almost all Indonesion population consume vegetables (94.8%) but only a few of them that consume fruits (33.2%). Average vegetables consumption was 70.0g/person/day and fruit consumption was 38.8 grams/grams/person/day. Total consumption of vegetables and fruits were 108.8g/person/day. When they were compared to the recommended adequacy under the guidelines of balanced nutrition, fruits and vegetables consumption were still low. A total of 97.1% of the population did not consume enough vegetables and fruits. When it was compared to the age group, teenagers were the highest age groups who consumed less fruit and vegetables (98.4%). The study concludes that the average consumption of vegetables and fruits of the Indonesian population was still low, in the context of balanced nutrition by age group, both in urban and rural areas, and the lowest was teenagers.
Faktor Risiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia Image
Journal article

Faktor Risiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia

Stroke tends to increase and becomes the first leading cause of death as well as disability in Indonesia that impact in socioeconomy. Stroke is preventable through early detection and control of risk factors. This study aimed to assess the dominant risk factors of stroke in Indonesia. Analysis was done using secondary data of a cross sectional study called Indonesian Basic Health Research (Riskesdas) 2013. Data were analyzed using SPSS 17 software by complex samples. A total of 722,329 subjects aged 15 years and over were included. Stroke prevalence was 1.21%, no difference by sex but increased along with the age. People aged 55 years and over were at higher risk of stroke with adjusted OR of 5.8 (5.32; 6.32, p 0.0001) compared to aged 15-44 years old. The other risk factors were coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension, heart failure. Those were 3.13, 2.96, 2.87, and 2.74 times respectively compared to people without related conditions. Stroke occurred since younger age. The dominant risk factors of stroke in Indonesia were older age, coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension, and heart failure. Healthy behavior and early detection of risk factors should be encouraged to prevent stroke.Keywords : stroke, risk factor, Basic Health Research (Riskesdas)AbstrakStroke semakin meningkat dan merupakan penyebab kematian serta kecacatan tertinggi di Indonesia yang berdampak secara sosioekonomi. Penyakit stroke dapat dicegah dengan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh faktor risiko dominan penderita stroke di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2013. Analisis data menggunakan SPSS 17 dengan complex sample. Dari 722,329 responden usia ‰¥ 15 tahun, didapat prevalensi penderita stroke sebesar 1,21%, proporsi tidak berbeda antara laki-laki dan perempuan. Risiko stroke meningkat seiring meningkatnya usia. Responden berusia ‰¥ 55 tahun setelah memperhitungkan faktor-faktor lain berisiko 5,8 kali (5,32 ; 6,32, p 0,0001) dibanding usia 15-44 tahun, selanjutnya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, gagal jantung masing-masing sebesar 3,13 kali, 2,96 kali, 2,87 kali dan 2,74 kali dibandingkan responden tanpa penyakit-penyakit tersebut. Stroke sudah mulai muncul pada usia muda. Faktor risiko dominan stroke dalam penelitian ini adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Deteksi dini faktor risiko dan promosi hidup sehat sejak usia dini perlu digalakkan agar memperkecil kejadian faktor risiko dan stroke.Kata kunci : stroke, faktor risiko, Riskesdas 2013
Faktor\u002Dfaktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Image
Journal article

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja

Metode Cepat Ekstraksi Dna Corynebacterium Diphtheriae Untuk Pemeriksaan Pcr Image
Journal article

Metode Cepat Ekstraksi Dna Corynebacterium Diphtheriae Untuk Pemeriksaan Pcr

Faktor\u002Dfaktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Image
Faktor\u002Dfaktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Image
Journal article

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja

Metode Cepat Ekstraksi Dna Corynebacterium Diphtheriae Untuk Pemeriksaan Pcr Image
Metode Cepat Ekstraksi Dna Corynebacterium Diphtheriae Untuk Pemeriksaan Pcr Image
Journal article

Metode Cepat Ekstraksi Dna Corynebacterium Diphtheriae Untuk Pemeriksaan Pcr

Karakterisasi Tiga Jenis Ekstrak Gambir ((Uncaria Gambir Roxb) dari Sumatera Barat Image
Karakterisasi Tiga Jenis Ekstrak Gambir ((Uncaria Gambir Roxb) dari Sumatera Barat Image
Journal article

Karakterisasi Tiga Jenis Ekstrak Gambir ((Uncaria Gambir Roxb) dari Sumatera Barat

Suggested For You
Pemeriksaan Karies Gigi pada Beberapa Kelompok Usia oleh Petugas dengan Latar Belakang Berbeda di Provinsi Kalimantan Barat Image
Journal article

Pemeriksaan Karies Gigi pada Beberapa Kelompok Usia oleh Petugas dengan Latar Belakang Berbeda di Provinsi Kalimantan Barat

The main indicators of dental caries measurement according to the WHO is DMF - T . This study aimed to compare the results of the DMF - T between the dentist and not a dentist . The study design was the mean difference test. The study was conducted in the province of West Kalimantan , and conducted in March to October 2010. The subject of the study of 90 people , each consisting of 30 men and women aged 18 year , 35-44 year and aged 60 year and older . DMF - T the age of 18 year were examined dentist is 4.11 , while the dentist was checked instead of 2.51. At the age of 35-44 year were examined by a dentist is 9.82 , while that examined not the dentist is 7.79 . For ages 60 year and older , who examined the dentist was 24.13 being the result of the examination was not a dentist 23.80 . Conclusion : The results of measurements not lower dentists ( significant difference ) of the measurement dentist at the age of respondents aged adults and the elderly. It is advisable to do a better perception and a more detailed inter- examiner , to obtain a better examination results and more acurate.Keywords: caries , DMF- T , teens, adults, elderlyAbstrakIndikator utama pengukuran karies gigi menurut WHO adalah DMF-T. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan DMF-T antara dokter gigi dan bukan dokter gigi. Desain penelitian adalah uji beda Mean. Penelitian dilakukan di Propinsi Kalimantan Barat, dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Oktober 2010. Subjek penelitian berjumlah 90 orang, terdiri dari masingmasing 30 orang laki-laki dan perempuan usia 18 tahun, 35-44 tahun dan 60 tahun keatas. DMF-T usia 18 tahun yang diperiksa dokter gigi adalah 4,11, sedang yang diperiksa bukan dokter gigi adalah 2,51. Pada usia 35-44 tahun yang diperiksa oleh dokter gigi memiliki tingkat keparahan cukup yaitu 9,82 , sedangkan yang diperiksa bukan dokter gigi yaitu 7,79. Untuk usia lansia yang diperiksa dokter gigi yaitu 24,13 demikian juga hasil pemeriksaan bukan dokter gigi 23,80. Kesimpulan: Hasil pengukuran bukan dokter gigi lebih rendah (berbeda bermakna) dari pada pengukuran dokter gigi pada responden usia dewasa maupun usia lansia. Semakin tinggi usia responden, semakin tinggi pula tingkat keparahan karies nya ( nilai DMF-T nya meningkat). Disarankan untuk melakukan penyamaan persepsi yang lebih baik dan lebih rinci antar pemeriksa, sehingga didapatkan hasil pemeriksaan yang lebih baik dan lebih akurat.Kata kunci: karies, DMF-T, usia remaja, usia dewasa dan usia lansia
Pengujian Stabilitas Sediaan Antiacne Berbahan Baku Aktif Nanopartikel Kitosan/ Ekstrak Manggis \u002D Pegagan Image
Journal article

Pengujian Stabilitas Sediaan Antiacne Berbahan Baku Aktif Nanopartikel Kitosan/ Ekstrak Manggis - Pegagan

Etiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Dan Faktor Lingkungan Image
Journal article

Etiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Dan Faktor Lingkungan

Pengujian Stabilitas Sediaan Antiacne Berbahan Baku Aktif Nanopartikel Kitosan/ Ekstrak Manggis \u002D Pegagan Image
Pengujian Stabilitas Sediaan Antiacne Berbahan Baku Aktif Nanopartikel Kitosan/ Ekstrak Manggis \u002D Pegagan Image
Journal article

Pengujian Stabilitas Sediaan Antiacne Berbahan Baku Aktif Nanopartikel Kitosan/ Ekstrak Manggis - Pegagan

Etiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Dan Faktor Lingkungan Image
Etiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Dan Faktor Lingkungan Image
Journal article

Etiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Dan Faktor Lingkungan

Journal article

Penelitian Obat Anti Malaria

Penelitian Obat Anti Malaria Image
Journal article

Human Parasitic Infections in Bali : a Review

Human Parasitic Infections in Bali : a Review Image
Journal article

Pendapat Masyarakat terhadap Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Pendapat Masyarakat terhadap Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Image
Journal article

Pengaruh Lingkungan Sehat, dan Perilaku Hidup Sehat terhadap Status Kesehatan

Pengaruh Lingkungan Sehat, dan Perilaku Hidup Sehat terhadap Status Kesehatan Image
Read more articles