Recently Published
Aspek Klinis Ambliopia Image
Journal article

Aspek Klinis Ambliopia

Sindrom Felty – Diagnosis dan Tata Laksana Image
Sindrom Felty – Diagnosis dan Tata Laksana Image

Sindrom Felty – Diagnosis dan Tata Laksana

Manifestasi Neurooftalmologi pada Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya Image
Manifestasi Neurooftalmologi pada Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya Image

Manifestasi Neurooftalmologi pada Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerak Lainnya

Most Viewed
JNC 8: Evidence\u002Dbased Guideline Penanganan Pasien Hipertensi Dewasa Image
Journal article

JNC 8: Evidence-based Guideline Penanganan Pasien Hipertensi Dewasa

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum ditemukan dalam kedokteran primer. Komplikasi hipertensi dapat mengenai berbagai organ target, seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer. Kerusakan organ-organ tersebut bergantung pada seberapa tinggi tekanan darah dan seberapa lama tekanan darah tinggi tersebut tidak terkontrol dan tidak diobati. Studi menunjukkan bahwa penurunan rerata tekanan darah sistolik dapat menurunkan risiko mortalitas akibat penyakit jantung iskemik atau stroke. Oleh karena itu, tercapainya target penurunan tekanan darah pasien hipertensi sangat penting. Salah satu guideline terbaru yang dapat dijadikan acuan di Indonesia adalah guideline Joint National Committee (JNC) 8 tahun 2014. Rekomendasi JNC 8 dibuat berdasarkan bukti-bukti dari berbagai studi acak terkontrol. Dua poin baru yang penting dalam guideline JNC 8 ini adalah Perubahan target tekanan darah sistolik pada pasien berusia 60 tahun ke atas menjadi <150 mmHg dan target tekanan darah pada pasien dewasadengan diabetes atau penyakit ginjal kronik berubah menjadi <140/90 mmHg. Modifikasi gaya hidup, meskipun tidak dijelaskan secara detail juga tetap masuk dalam algoritma JNC 8 ini.
Tatalaksana Diare Akut Image
Journal article

Tatalaksana Diare Akut

Diare akut merupakan masalah yang sering terjadi pada dewasa. Setiap tahun diperkirakan sebanyak 2 milyar kasus diare terjadi di seluruh dunia. Infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab diare cair ataupun diare berdarah. Etiologi diare akut yaitu bakteri, virus, protozoa, dan helmitnhs. Diagnosis dan memperhitungkan kebutuhan cairan pengganti, serta pemilihan antibiotik yang tepat menjadi elemen penting dalam tatalaksana diare akutAcute diarrhea is a common problem among adults. There are approximately 2 billion diarrhea cases in the world every year. Bacterial infection was one of main cause for watery diarrhea or bloody diarrhea. Multiple etiologies of acute diarrhea were bacteria, virus, protozoa, and helminths. Prompt diagnosis and management with rehydration and appropriate antibiotic is important.
Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA Image
Journal article

Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA

Berbagai Manfaat Vitamin D Image
Journal article

Berbagai Manfaat Vitamin D

Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA Image
Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA Image
Journal article

Pendekatan Sepsis dengan Skor SOFA

Berbagai Manfaat Vitamin D Image
Berbagai Manfaat Vitamin D Image
Journal article

Berbagai Manfaat Vitamin D

Pemeriksaan Fungsi Ginjal Image
Pemeriksaan Fungsi Ginjal Image
Journal article

Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Infection Control Risk Assessment (ICRA) Image
Infection Control Risk Assessment (ICRA) Image
Journal article

Infection Control Risk Assessment (ICRA)

Proses Menua, Stres Oksidatif, dan Peran Anti Oksidan Image
Proses Menua, Stres Oksidatif, dan Peran Anti Oksidan Image
Journal article

Proses Menua, Stres Oksidatif, dan Peran Anti Oksidan

Suggested For You
Diagnosis dan Tatalaksana Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) Image
Journal article

Diagnosis dan Tatalaksana Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)

Kaki pengkor atau Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) adalah salah satu kelainan bawaan pada kaki yang sering dijumpai pada bayi. CTEV adalah masalah umum yang terkait dengan kontraktur tendon medial kaki, tendon Achilles, dan kontraktur pergelangan kaki, hindfoot, dan midfoot. Kaki biasanya kecil, berada pada posisi equinus, varus, cavus, dan adduksi. Perawatan nonoperatif hampir selalu merupakan metode perawatan awal untuk CTEV, terdiri dari peregangan dan gips serial menggunakan metode Ponseti. Setelah koreksi serial dengan gips, deformitas harus ditahan menggunakan foot abduction brace (FAB) untuk mencegah kekambuhan.Clubfoot or congenital Talipes Equino Varus (CTEV) is one of the congenital abnormalities found in newborn's feet. CTEV is a problem associated with medial tendon contractures of the foot, Achilles tendon, and ankle, hindfoot, and midfoot contractures. The feet are usually small, and in an equinus, varus, cavus and adducted position. Nonoperative treatment is almost always the initial treatment method, consisting of stretches and serial casts using the Ponseti method. After correction with serial casts, the deformity should be retained using a foot abduction brace (FAB) to prevent recurrence.
Diagnosis dan Tatalaksana Uveitis Posterior Image
Journal article

Diagnosis dan Tatalaksana Uveitis Posterior

Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana Image
Journal article

Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana

Pencegahan dan Tatalaksana Jaringan Parut Abnormal Image
Journal article

Pencegahan dan Tatalaksana Jaringan Parut Abnormal

Diagnosis dan Tatalaksana Uveitis Posterior Image
Diagnosis dan Tatalaksana Uveitis Posterior Image
Journal article

Diagnosis dan Tatalaksana Uveitis Posterior

Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana Image
Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana Image
Journal article

Pemfigus Vulgaris: Diagnosis dan Tatalaksana

Journal article

Toksoplasmosis Kongenital

Toksoplasmosis Kongenital Image
Journal article

Trauma Medula Spinalis: Patobiologi dan Tata Laksana Medikamentosa

Trauma Medula Spinalis: Patobiologi dan Tata Laksana Medikamentosa Image
Journal article

Talakasana Otitis Media Efusi pada Anak

Talakasana Otitis Media Efusi pada Anak Image
Journal article

Melanoma Maligna

Melanoma Maligna Image
Journal article

Diagnosis dan Tatalaksana Meningitis Bakterialis

Diagnosis dan Tatalaksana Meningitis Bakterialis Image
Read more articles