Kondisi sosial masyarakat di Indonesia memberikan banyak batasan terhadap perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Hal itu tidak hanya terjadi secara fisik namun juga terjadi dalam pikiran. kondisi tersebut terjadi pula dalam berkesenian, perempuan mengalami disrupsi dalam eksistensi berkesenian. Salah satu penyebabnya adalah karena ruang lingkup untuk eksplorasi yang dapat dilakukan oleh perempuan terbatas. Sehingga membuat proses belajar berkesenian menjadi terganggu. Hal tersebut membuat ketiga tiga mahasiswa Jurusan Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya melakukan beragam siasat untuk dapat menunjang proses belajar yang mereka
jalankan. Ketiganya merupakan perempuan perantauan yang mengalami kesulitan untuk belajar seni dan berkesenian di Surabaya. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada tahun 2017 dibentuklah Pop Corn Art Project sebagai sebuah wadah untuk berkesenian dan belajar seni di Surabaya. Pada prakteknya kelompok tersebut mengimplementasikan ilmu-ilmu seni yang telah mereka peroleh selama berkuliah. Hal itu karena seni sangat fleksibel sehingga memberikan beragam siasat serta jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Lebih lanjut seni memberikan kemungkinan untuk memerdekakan diri secara fisik dan pikiran. Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan yang dilakukan sejak tahun 2017-2020. Artikel ini akan memaparkan implementasi dalam keilmuan seni yang dilakukan oleh Pop Corn Art Project dalam belajar seni dan berkesenian di Surabaya.
Kata kunci: Implemantasi, Seni, Pop Corn Art Project