Recently Published
Most Viewed
Strategi Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus : Kawasan Kaligawe, Semarang) Image
Journal article

Strategi Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus : Kawasan Kaligawe, Semarang)

Tingginya jumlah penduduk di pusat kota mengharuskan terpenuhinya kebutuhan akan permukiman yang layak huni, khususnya untuk menampung kaum urbanis yang pekerjaannya terkonsentrasi pada sektor perdagangan dan jasa di kawasan komersial yang ada di pusat kota. Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap di pusat kota ini menimbulkan daya tarik bagi masyarakat untuk bermukim di kawasan tersebut. Mereka membutuhkan tempat hunian lebih banyak berada di sekitar kawasan komersial kota, hal ini dimungkinkan juga karena mereka mendekati pusat perdagangan untuk membuka USAha dengan memanfaatkan keramaian dan padatnya pengunjung yang berdatangan ke pusat-pusat perbelanjaan di kota. Selain itu alasan lain bagi masyarakat tertarik untuk bertempat tinggal di sekitar kawasan pusat kota karena lebih memudahkan jangkauan tempat kerja bagi mereka yang bekerja di pusat kota, serta memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang banyak bekerja di kawasan Central Bussiness District (CBD) kota. Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap di pusat kota juga menjadi daya tarik masyarakat untuk tinggal di kawasan tersebut. Dengan tingkat pendapatan dan perekonomian masyarakat yang kurang begitu tinggi, tanpa disadari kebutuhan akan permukiman yang layak huni sulit terakomodir. Hal tersebut terjadi pada kota- kota besar di Indonesia seperti halnya di Semarang.Hasil penelitian Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula) menunjukkan 42 titik lokasi permukiman kumuh berada di Kecamatan Semarang Utara, diantaranya. Titik-titik permukiman kumuh, antara lain berada di daerah Krakasan, Makam Kobong, Stasiun Tawang, Bandarharjo, Kebonharjo, Kampung Melayu, Tanjung Mas, Dadapsari, Purwosari, Plombokan, dan Panggung. Berdasarkan hasil studi yang sama, sejumlah kawasan di Kecamatan Tugu juga dihuni oleh kaum suburban, diantaranya permukiman kumuh di Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Randugarut, Karanganyar, Tugurejo, dan Jrakah. Daerah Semarang bagian utara menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang. Kawasan dekat pantai seperti Bandarharjo dan Mangunharjo menjadi pusat perdagangan dan industri yang menarik orang untuk datang dan bekerja.Proses terbentuknya permukiman kumuh, terjadi karena para pekerja memilih tinggal di dekat tempat kerja. Perkembangan Kota Semarang bermula dari sekitar pelabuhan yang diikuti pertumbuhan industri di sekitar Genuk dan Kaligawe. Sementara perdagangan dan jasa berada di sekitar Johar. Perkembangan yang begitu pesat di pusat perdagangan, industri, dan jasa mengakibatkan kebutuhan akan lahan semakin meningkat. Sementara pada bagian lain, para pendatang seringkali tidak memiliki keterampilan dan bekal yang cukup dari kampung halaman. Mereka kemudian mencari tempat tinggal seadanya di dekat pabrik atau pantai. Sedikit demi sedikit permukiman kumuh pun terbentuk. Adapun kebutuhan rumah tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang kian meningkat pertumbuhannya.
Penerapan Budaya Organisasi (Studi Kasus Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Dago Bandung) Image
Journal article

Penerapan Budaya Organisasi (Studi Kasus Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Dago Bandung)

BRI Branch Dago Office is the only one that has a priority service functions branch office in Bandung that operate under the supervision of the Office of the BRI Bandung. Branch office is a BRI branch office that implement functions to raise funds from the public in the form of savings and channel them to the public in the form of credit and or other forms in order to improve the living standard of the people, which is responsible to the Regional Office. This study aims to identify and analyze models of organizational culture and the implementation of organizational culture values in PT. Bank Rakyat Indonesia branch Dago Bandung so as to know what needs to be repaired and maintained. Model of organizational culture and the implementation of the cultural values of the organization are identified and analyzed from the organizational structure, human resource management policies, integrity, professionalism, customer satisfaction, exemplary and respect for human resource. In this study, researchers used a purposive technique. Data collection method used is in-depth interviews and documentation techniques. This study shows that the model of organizational culture and the implementation of organizational culture values indicate there is still a problem in terms of integrity and professionalism, integrity is still considered less value because of the work period is too short for contract workers, so that the organizational culture is not well understood by contract workers who are at the forefront of service. professionalism that most of the cutting edge services are contract workers who were given a short training, a result is they lack an understanding of the products of the Bank Rakyat Indonesia branch Dago
Evaluasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Tembalang Image
Journal article

Evaluasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Tembalang

Strategi Penanganan Kebencanaan Di Kota Semarang (Studi Banjir Dan Rob) Image
Journal article

Strategi Penanganan Kebencanaan Di Kota Semarang (Studi Banjir Dan Rob)

Evaluasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Tembalang Image
Evaluasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Tembalang Image
Journal article

Evaluasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kecamatan Tembalang

Strategi Penanganan Kebencanaan Di Kota Semarang (Studi Banjir Dan Rob) Image
Strategi Penanganan Kebencanaan Di Kota Semarang (Studi Banjir Dan Rob) Image
Journal article

Strategi Penanganan Kebencanaan Di Kota Semarang (Studi Banjir Dan Rob)

Suggested For You
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan (Studi Kasus Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang) Image
Journal article

Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan (Studi Kasus Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang)

This research was to identify the level of outpatient satisfaction and what indicators needs to be prioritized to improving the services quality in Dr. M. Ashari Pemalang Hospitals. The author used a quantitative descriptive research type with a total sample of 100 patients who used outpatient services in Dr. M. Ashari Pemalang Hospital. This study used satisfaction measurement through 6 service dimensions such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, and communication by comparing the performance of (X) and expectations (Y) which caused the satisfied or dissatisfied feeling. The results of this research indicated, there were two dimensions which were considered in determining of the patients satisfaction who had high expectation but in a low working performance level, so these could be said that less satisfied to unsatisfied. These two dimensions were: 1. Tangible, in which there are 4 sub dimensions, they are completeness of facilities and infrastructure, hospital cleanliness, comfort of the hospital, and the neatness of appearance employee; 2. Reliability, in which there are 4 sub dimensions, they are speed of services, appropriateness of care schedule,and the simplicity of services procedure. While of the sixth dimension that had a lowest level of satisfaction that were reliability dimension which got rated of performance level of 2,33 (unsatisfaction).
Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang Image
Journal article

Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang

Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dprd Kota Semarang Image
Journal article

Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dprd Kota Semarang

Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang Image
Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang Image
Journal article

Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang

Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dprd Kota Semarang Image
Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dprd Kota Semarang Image
Journal article

Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat Dprd Kota Semarang

Journal article

Analisis Penerapan Website Dalam Rangka E-government Di Kabupaten Tegal

Analisis Penerapan Website Dalam Rangka E\u002Dgovernment Di Kabupaten Tegal Image
Journal article

Manajemen Tata Ruang (Penataan Ruang Terbuka Hijau) Di Kabupaten Kendal

Manajemen Tata Ruang (Penataan Ruang Terbuka Hijau) Di Kabupaten Kendal Image
Journal article

Studi Implementasi Program Kesehatan Ibu Dan Anak Di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang

Studi Implementasi Program Kesehatan Ibu Dan Anak Di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang Image
Read more articles