Baru saja dipublikasikan
Design Manufacturing Mesin Pengaduk Adonan Roti Image
Journal article

Design Manufacturing Mesin Pengaduk Adonan Roti

Purification of Biodiesel From Crude Palm Oil Using Multistage Portable Fixed Bed Adsorber Image
Journal article

Purification of Biodiesel From Crude Palm Oil Using Multistage Portable Fixed Bed Adsorber

Pengaplikasian Teknologi Simbiosis Mutualisme Mikroalga Chlorella SP. dan Agrobost pada Limbah Cair Sagu dengan Scale Up Experiment Image
Journal article

Pengaplikasian Teknologi Simbiosis Mutualisme Mikroalga Chlorella SP. dan Agrobost pada Limbah Cair Sagu dengan Scale Up Experiment

Design Manufacturing Mesin Pengaduk Adonan Roti Image
Design Manufacturing Mesin Pengaduk Adonan Roti Image
Journal article

Design Manufacturing Mesin Pengaduk Adonan Roti

Purification of Biodiesel From Crude Palm Oil Using Multistage Portable Fixed Bed Adsorber Image
Purification of Biodiesel From Crude Palm Oil Using Multistage Portable Fixed Bed Adsorber Image
Journal article

Purification of Biodiesel From Crude Palm Oil Using Multistage Portable Fixed Bed Adsorber

Pengaplikasian Teknologi Simbiosis Mutualisme Mikroalga Chlorella SP. dan Agrobost pada Limbah Cair Sagu dengan Scale Up Experiment Image
Pengaplikasian Teknologi Simbiosis Mutualisme Mikroalga Chlorella SP. dan Agrobost pada Limbah Cair Sagu dengan Scale Up Experiment Image
Journal article

Pengaplikasian Teknologi Simbiosis Mutualisme Mikroalga Chlorella SP. dan Agrobost pada Limbah Cair Sagu dengan Scale Up Experiment

Most Viewed
Karakteristik Kadar Sukrosa, Glukosa dan Fruktosa pada Beberapa Produk Gula Aren Image
Journal article

Karakteristik Kadar Sukrosa, Glukosa dan Fruktosa pada Beberapa Produk Gula Aren

Gula aren diperoleh dari proses penyadapan nira aren yang kemudian dikurangi kadar airnya hingga menjadi padat. Produk gula aren ini adalah berupa gula cair, gula cetak dan gula semut. tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan gula pada masing - masing produk olahan gula aren. bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gula madu yang merupakan bahan setengah jadi yang diperoleh dari petani nira aren. penelitian dilakukan secara deskriptif, proses pembuatan gula aren dilakukan dengana metode pemasakan pada waktu tertentu sesuai dengan jenis produk yang akan dihasilkan, dalam hal ini gula cair, gula cetak dan gula semut. hasil penelitian menunjukan produk dari gula aren memiliki kandungan sukrosa, glukosa dan fruktosa yang berbeda-beda, dimana kandungan sukrosa yang tertinggi yaitu pada produk gula aren yang diolah menjadi gula semut dengan kandungan sukrosa sebesar 95,79%. Kandungan glukosa tertinggi pada produk gula cair dengan kandungan glukosa sebesar 1,6% dan kandungan fruktosa tertinggi pada produk gula aren yang diolah menjadi gula semut dengan nilai kandungan fruktosa sebesar 1,525%.
Efisiensi Energi Di Industri Gelas : Masalah Dan Pemecahannya Image
Journal article

Efisiensi Energi Di Industri Gelas : Masalah Dan Pemecahannya

Industri gelas merupakan industri yang mengkonsumsi energi yang tinggi dan dipandang sebagai salah satu industri padat energi karena prosesnya memerlukan suhu yang tinggi. Biaya energi dapat mencapai 10-20% dari biaya total. Oleh karena itu industri gelas menghadapi berbagai tantangan agar lebih efisien baik dari segi energi maupun produktivitas. Efisiensi energi tergantung kepada teknologi yang digunakan. Efisiensi makin tinggi bila oksigen dipakai sebagai pengganti udara pada tungku, makin tinggi jumlah beling dan kapasitas tungku, makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan pada batch dan beling makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan udara sekunder dan makin rendah suhu gas hasil pembakaran, makin rendah perbandingan udara dan makin tinggi jumlah bahan dengan titik lebur rendah pada komposisi gelas. Tidak semua teknik dapat diterapkan oleh industri gelas di Indonesia karena ketersediaan oksigen yang terbatas dan belum ditemukannya bahan yang mempunyai titik lebur rendah dan adanya tambahan permodalan yang cukup tinggi untuk penerapan pemanasan pendahuluan. Teknik yang relatif mudah dan mungkin diterapkan adalah pengaturan penggunaan beling uang optimum serta pengaturan perbandingan udara.
Suggested For You
Pengaruh Variasi Waktu dan Tekanan terhadap Kehilangan Minyak pada Air Kondensat di Unit Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit Image
Journal article

Pengaruh Variasi Waktu dan Tekanan terhadap Kehilangan Minyak pada Air Kondensat di Unit Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Perlakuan selama proses pengolahan tandan buah segar (TBS) yang dilakukan dalam sebuah pabrik merupakan faktor yang menentukan keberhasilan pabrik tersebut untuk memperoleh rendemen yang tinggi dengan kadar asam lemak bebas yang rendah. Faktor yang mempengaruhi kesempurnaan proses perebusan adalah kondisi buah dan sistem perebusannya. Apabila dalam perebusan tidak memperhatikan tekanan, waktu, dan temperatur perebusan maka kehilangan minyak akan makin besar. Tekanan dan waktu sistem perebusan pada sterilizer sangat berpengaruh untuk mengurangi kehilangan minyak dalam air kondensat tersebut. Penelitian dilakukan dengan variasi waktu dan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh waktu dan tekanan terhadap kehilangan minyak dalam air kondensat. Variasi Tekanan dan waktu yang terbaik adalah pada waktu 90 menit dengan tekanan 2,8 kg/cm2
Baca artikel lainnya