Recently Published
Most Viewed
Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah untuk Menentukan Nilai Objek Pajak Berdasarkan Harga Pasar Menggunakan Aplikasi Sig (Studi Kasus : Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga) Image
Journal article

Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah untuk Menentukan Nilai Objek Pajak Berdasarkan Harga Pasar Menggunakan Aplikasi Sig (Studi Kasus : Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga)

Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan kumpulan area yang terdiri dari beberapa bidang tanah dengan nilai tanah yang relatif sama dan batasannya bersifat imajiner atau nyata sesuai penggunaan tanahnya. Setiap area ZNT mempunyai nilai yang berbeda berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventarisasi nilai aset publik maupun aset masyarakat, memonitor nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), agar lebih adil dan transparan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 2 Tahun 2013 tentang PBB, NJOP merupakan acuan penarikan PBB yang merupakan salah satu pendapatan daerah yang sangat penting untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlu diwujudkan informasi nilai tanah untuk mewujudkan fungsi tanah. Salah satu perwujudannya adalah Peta ZNT.Dalam penelitian ini dibentuk peta ZNT dibentuk berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal (tidak memperhatikan properti dan karakteristik khusus dari objek pajak tersebut) dan menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative), dimana objek pajak yang akan dinilai dibandingkan dengan objek pajak lain sejenis yang sudah diketahui nilai jualnya. Hasil penelitian ini berupa Peta ZNT yang terdiri dari 40 zona dari data NJOP dan data survei transaksi harga tanah. Perubahan selisih harga tanah transaksi dengan NJOP terendah sebesar 138,46% dengan selisih harga Rp 270.000 sedangkan tertinggi sadalah 2780,00% dengan selisih harga Rp 554.000.
Analisis Pengukuran Bidang Tanah dengan Menggunakan GPS Pemetaan Image
Journal article

Analisis Pengukuran Bidang Tanah dengan Menggunakan GPS Pemetaan

Pengukuran dan pemetaan bidang tanah merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam pendaftaran tanah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan pemetaan pada batas-batas bidang tanah dengan menggunakan metode terestrial, fotogrametris, penginderaan jauh, dan dengan metode-metode lainnya. Namun dengan semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini, kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode eksterestrial menggunakan receiver GPS yang mempunyai ketelitian tinggi dengan waktu yang relatif singkat.Kegiatan yang dilakukan dalam penenelitian ini adalah pengukuran bidang tanah dengan kriteria kondisi daerah terbuka dan Perumahan menggunakan GNSS metode absolut dan rapid static yang diikatkan pada base station CORS Kota Semarang (CSEM), yang selanjutnya hasil koordinat (X,Y) dan luas dari pengukuran bidang tanah tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran bidang tanah dengan metode terestrial yaitu Total Station.Hasil pengukuran dan pengolahan bidang tanah menggunakan Total Station dipakai sebagai acuan. Pada pengukuran GNSS metode absolut di daerah terbuka mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 3,033 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 9,239 m², kemudian pengukuran di daerah Perumahan mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 2,915 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 7,948 m². Berikutnya, pada pengukuran GNSS metode rapid static di daerah terbuka mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 0,864 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 2,494 m², kemudian pengukuran di daerah Perumahan mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 0,649 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 3,771 m².
Suggested For You
Analisis Pengukuran Bidang Tanah Menggunakan Metode Rtk Ntrip Dengan Beberapa Provider Gsm Image
Journal article

Analisis Pengukuran Bidang Tanah Menggunakan Metode Rtk Ntrip Dengan Beberapa Provider Gsm

The evolution of technology in the field of mobile communication (GSM-Global System for Mobile) has led to the convergence of various services. All operators in Indonesia either Telkomsel, Indosat and XL has implemented third generation technology (3rd Generation, 3 g), where with this technology can access the internet at speeds of 2Mbps in a good condition. With the advancement of technology, GSM can be digunanakan as a means of aides in the measurement of GPS survey.Associated with it, then this final project on research was undertaken using the GPS system measurement CORS (Continuosly Operating Reference Stations), by analyzing the measurements of land use method of RTK-NTRIP with provider Telkomsel, Indosat and XL. These measurements using GPS which is then compared to the Total station and measuring tape. This measurement is performed on the magnitude of the signal 3 g and EDGE. Where each region has 30 plots of land.The accuracy of measurement of land GPS Method of RTK-NTRIP measurement the measuring tape against in areas of the stadium with the signal 3G (3th Generation) is as follows, in the distance as measured by provider Telkomsel of ±0,0558 meters, while the extent of ±0,859 meters. At a distance as measured by provider Indosat amounting to ±0,0573 meters, while the extent of ±0,781 meters. At a distance as measured by the provider of ±0,0722 meters, while the extent of ±0.99 meters. The accuracy of measurement of land GPS method of RTK- NTRIP measurement Total station against on the strength of the signal EDGE with Mulawarman are as follows, at coordinates measured with provider Telkomsel ±0,070 meters, amounting to approximately ±0,052 meters, and an area of ±0,243 meters. At coordinates measured with provider Indosat amounting ±0,068 metres, a distance of ±0,052 meters and an area of ±0,256 meters. At coordinates measured with provider XL of ±0,067 meters, approximately ±0.047 m, and an area of ±0,228 meters.
Pemanfaatan Sig Untuk Monitoring Kebocoran Jaringan Pipa Pdam Di Kabupaten Demak Image
Journal article

Pemanfaatan Sig Untuk Monitoring Kebocoran Jaringan Pipa Pdam Di Kabupaten Demak

Pembuatan Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Image
Journal article

Pembuatan Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Pemanfaatan Sig Untuk Monitoring Kebocoran Jaringan Pipa Pdam Di Kabupaten Demak Image
Pemanfaatan Sig Untuk Monitoring Kebocoran Jaringan Pipa Pdam Di Kabupaten Demak Image
Journal article

Pemanfaatan Sig Untuk Monitoring Kebocoran Jaringan Pipa Pdam Di Kabupaten Demak

Pembuatan Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Image
Pembuatan Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu Image
Journal article

Pembuatan Peta Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Read more articles