Recently Published
Karakteristik Papan Partikel Campuran Serbuk Gergajian Kayu Sengon dan Kulit Buah Kopi dengan Perekat Dekstrin Tepung Onggok Image
Karakteristik Papan Partikel Campuran Serbuk Gergajian Kayu Sengon dan Kulit Buah Kopi dengan Perekat Dekstrin Tepung Onggok Image

Karakteristik Papan Partikel Campuran Serbuk Gergajian Kayu Sengon dan Kulit Buah Kopi dengan Perekat Dekstrin Tepung Onggok

Karakteristik Karbon Aktif dari Kulit Buah Malapari (Pongamia Pinnata L. Pierre) Image
Karakteristik Karbon Aktif dari Kulit Buah Malapari (Pongamia Pinnata L. Pierre) Image

Karakteristik Karbon Aktif dari Kulit Buah Malapari (Pongamia Pinnata L. Pierre)

Kekuatan Bambu Betung (Dendrocalamus Asper Backer Ex K.heyne) Menahan Gaya Normal Tekanan Dan Tarikan Image
Kekuatan Bambu Betung (Dendrocalamus Asper Backer Ex K.heyne) Menahan Gaya Normal Tekanan Dan Tarikan Image

Kekuatan Bambu Betung (Dendrocalamus Asper Backer Ex K.heyne) Menahan Gaya Normal Tekanan Dan Tarikan

Most Viewed
Pembuatan Briket Arang dari Serbuk Gergajian Kayu dengan Penambahan Tempurung Kelapa Image
Journal article

Pembuatan Briket Arang dari Serbuk Gergajian Kayu dengan Penambahan Tempurung Kelapa

Limbah serbuk gergajian kayu mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Guna lebih meningkatkan sifat fisis dan kimia briket arang serbuk gergajian kayu maka dilakukan penelitian dengan menambahkan arang tempurung kelapa sebagai bahan baku briket. Dalam percobaan ini arang tempurung kelapa yang ditambahkan sebesar 10%, 15% dan 20% dari berat briket. Pengarangan serbuk gergaji dan tempurung kelapa dilakukan secara terpisah dengan menggunakan kiln drum selama 5-7 jam dan selanjutnya dibuat briket sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan. Pada pembuatan briket digunakan perekat kanji sebanyak 2,5% yang dikempa dingin pada tekanan 3,125 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan briket dari 100% arang serbuk gergaji, temyata penambahan arang tempurung kelapa mampu meningkatkan kerapatan, kekuatan tekan dan nilai kalor.Secara keseluruhan nilai kerapatan briket arang berkisar antara 0,45-0,59 g/cm3, kekuatan tekan 4,67-6,72 kg/cm2, kadar air 3,51-4.75%, kadar zat menguap 22.18-25,77,. kadar abu 3,56-4.23%, kadar karbon terikat 70,28-73,82% dan nilai kalor berkisar antara 6.198,99-6.522,84 kal/g. Briket arang dengan komposisi 90% arang serbuk gergaji dan 10% arang tempurung kelapa memberikan hasil yang terbaik untuk kadar air (3,51%), kadar zat menguap (22,18%), kadar karbon terikat (73,82%) dan nilai kalor (6.522.84 kal/g).
Teknologi Pembuatan Biodisel Dari Minyak Biji Tanaman Jarak Pagar Image
Journal article

Teknologi Pembuatan Biodisel Dari Minyak Biji Tanaman Jarak Pagar

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah tanaman cepat tumbuh dan sangat toleran terhadap iklim tropis dan jenis tanah, sehingga sesuai untuk dikembangkan sebagai tanaman konservasi. Selain itu, minyak dari bijinya dapat digunakan sebagai bahan energi. Bahkan bagian lain dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan khusus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan biodisel dari minyak biji jarak pagar. Biodisel adalah bahan bakar minyak (BBM) dari minyak nabati untuk otornotif (mobil) dan disel generator. Pembuatan biodisel dilakukan dengan proses 2 tahap, tahap pertama adalah proses esterifikasi yaitu untuk mengubah asam lemak bebas menjadi rnetil ester. Tahap kedua adalah proses transesterifikasi yaitu untuk mengubah trigliserida menjadi metil ester. Proses 2 tahap ini dapat menurunkan kadar asam lemak bebas dari minyak jarak pagar dengan proses esterifikasi yang mana asam lemak bebas tersebut dapat menghambat konversi trigliserida menjadi metil ester pada proses transesterifikasi. Proses esterifikasi menggunakan metanol sebanyak 20% (v/v) secara konstan untuk setiap perlakuan, sebagai katalis digunakan H,SO4 2%. Proses transesterifikasi menggunakan metanol dalam jumlah yang bervariasi yaitu : 10, 20, 30, 40, 50, 60% (v/v) dan katalis yang digunakan adalah KOH 0,3%. Kedua tahap reaksi tersebut dilakukan pada suhu 60C dan lama reaksi 90 menit. Sifat fisika kimia minyak jarak pagar yang diuji adalah bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester, kerapatan dan kekentalan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses 2 tahap yang dinamakan proses "estrans", dibandingkan dengan proses satu tahap, mampu mengkonversi trigliserida menjadi metil ester dalam jumlah yang lebih banyak. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya bilangan asam dan kekentalan, yaitu pada konsumsi metanol optimum sebesar 40% (v/v). Angka konsumsi metanol sebesar 40% (v/v) tergolong tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih fokus pada upaya untuk menurunkan konsumsi metanol pada pembuatan biodisel dengan menggunakan proses "estrans".
Suggested For You
Pembuatan Minyak Kemiri dan Pemurniannya dengan Arang Aktif dan Bentonit Image
Journal article

Pembuatan Minyak Kemiri dan Pemurniannya dengan Arang Aktif dan Bentonit

Pembuatan minyak kemiri dapat dilakukan dengan cara sederhana dan mudah dilakukan oleh masyarakat. Perlakuan pemanasan pada biji kemiri dan daging kemiri sebelum proses pemecahan dan pengepresan serta penggunaan arang aktif dan bentonit pada tahap pemurnian minyak akan mempengaruhi kualitas minyak kemiri. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh pemanasan daging kemiri terhadap rendemen dan warna minyak yang dihasilkannya dan 2). mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pemucat (arang aktif dan bentonit) terhadap sifat fisiko-kimia minyak kemiri. Pemanasan pada biji kemiri berupa penjemuran (3, 4 dan 5 jam), penyangraian (7,5; 12,5 dan 17,5 menit) dan pengovenan pada suhu 60oC (1; 1,5 dan 2 jam) dimaksudkan untuk mendapatkan kondisi terbaik dalam pembuatan minyak kemiri dilihat dari rendemen dan warna minyaknya. Pembuatan minyak dilakukan dengan cara kempa hidraulik pada suhu 60oC. Minyak kemiri yang dihasilkan dari kondisi terbaik (penyangraian selama 1,5 jam) kemudian dimurnikan menggunakan arang aktif dan bentonit pada konsentrasi 2%, 3% dan 4% serta diuji sifat fisiko-kimianya. Penggunaan arang aktif sebesar 2% menghasilkan sifat fisiko-kimia minyak kemiri yang optimum dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk indeks bias, berat jenis, bilangan iod dan bilangan asam.
Kualitas Lilin Aromaterapi Dan Sabun Berbahan Minyak Dryobalanops Aromatica Image
Journal article

Kualitas Lilin Aromaterapi Dan Sabun Berbahan Minyak Dryobalanops Aromatica

Suatu Kajian Tentang Produksi dan Ekonomi Damar di Sumatera Barat Image
Journal article

Suatu Kajian Tentang Produksi dan Ekonomi Damar di Sumatera Barat

Produktivitas, Efisiensi, dan Biaya Penebangan Silvikultur Intensif pada Satu Perusahaan di Kalimantan Timur Image
Journal article

Produktivitas, Efisiensi, dan Biaya Penebangan Silvikultur Intensif pada Satu Perusahaan di Kalimantan Timur

Kualitas Lilin Aromaterapi Dan Sabun Berbahan Minyak Dryobalanops Aromatica Image
Kualitas Lilin Aromaterapi Dan Sabun Berbahan Minyak Dryobalanops Aromatica Image
Journal article

Kualitas Lilin Aromaterapi Dan Sabun Berbahan Minyak Dryobalanops Aromatica

Suatu Kajian Tentang Produksi dan Ekonomi Damar di Sumatera Barat Image
Suatu Kajian Tentang Produksi dan Ekonomi Damar di Sumatera Barat Image
Journal article

Suatu Kajian Tentang Produksi dan Ekonomi Damar di Sumatera Barat

Produktivitas, Efisiensi, dan Biaya Penebangan Silvikultur Intensif pada Satu Perusahaan di Kalimantan Timur Image
Produktivitas, Efisiensi, dan Biaya Penebangan Silvikultur Intensif pada Satu Perusahaan di Kalimantan Timur Image
Journal article

Produktivitas, Efisiensi, dan Biaya Penebangan Silvikultur Intensif pada Satu Perusahaan di Kalimantan Timur

Read more articles