Recently Published
Most Viewed
Pengaruh Interaksi Sosial Keluarga, Motivasi Belajar, dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar Image
Journal article

Pengaruh Interaksi Sosial Keluarga, Motivasi Belajar, dan Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar

The purpose of this study was to determine empirically the influence of social interaction of family, achievement motivation and independent learning on students' achievement at SMK Negeri 5 Surakarta. This study used quantitative approach and descriptive correlational method. The population in this study were students of SMK Negeri 5 Surakarta. Multiple regression analysis was used to analyze the hypothesis of major and minor. It can be concluded that:1) There is a significant family social interaction, achievement motivation, and independence of learning together with student achievement; 2) There is a significant association of social interaction families with student achievement; 3) There is a significant relationship with achievement motivation, student achievement, and 4) There is a significant relationship with the independent study student achievement.
Intelegensi: Konsep dan Pengukurannya Image
Journal article

Intelegensi: Konsep dan Pengukurannya

Intelligence is a common and potential capability. Theorist have not agreed in its concept yet. Their definitions are not identical. They also do not agree with factors which contribute to intelligence. They try to correlate intelligence with talent, creativity and achievement. Their theories contain different elements. Some theorist are Lewis Terman, Charles Spearman, Sternberg, Louis Thurstone, James P Guilford and Howard Gardner. Intelligence is measured by a test and scaled in IQ. IQ score is interpreted by comparing one's IQ with his peer or norm group.
Suggested For You
Profesi Guru sebagai Profesi yang Menjanjikan Pasca Undang\u002Dundang Guru dan Dosen Image
Journal article

Profesi Guru sebagai Profesi yang Menjanjikan Pasca Undang-undang Guru dan Dosen

Undang-Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen pada hakikatnya untuk mengangkat harkat dan martabat guru sebagai pendidik profesional. Sebagai guru profesional guru wajib: (a) memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana/diploma empat; (b) memiliki kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; (c) memiliki sertifikat pendidik, (d) sehat jasmani dan rokhani, dan (e) memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya guru memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial, yang meliputi: (1) gaji pokok, (2) tunjangan yang melekat pada gaji, serta (3) penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasai. Ke depan, profesi guru cukup menjanjikan dan diharapkan menjadi pilihan pertama bagi generasi muda atau setidak-tidaknya menjadi pilihan yang sama dengan profesi lainnya, seperti dokter; akuntan, insinyur, advokat, notaris tdan lain­ lainnya.
Read more articles