Journal article // Agrominansia






PENERAPAN MODEL PERTANAMAN ALLEY CROPPING PADA LAHAN KRITIS DI KECAMATAN MAIWA ENREKANG
June 26, 2017  //  DOI: 10.34003/271969
Haerul Haerul, Muhammad Rizal, A. Herwati

Metrics

  • Eye Icon 82 views
  • Download Icon 314 downloads
Metrics Icon 82 views  //  314 downloads
PENERAPAN  MODEL PERTANAMAN ALLEY CROPPING  PADA LAHAN KRITIS DI KECAMATAN MAIWA ENREKANG Image
Abstract

Pemanfaatan lahan kering pada daerah kemiringan sebagai areal pertanaman jagung mendatangkan banyak kerugian diantaranya degradasi lahan, ketidakberlanjutan produksi jagung dan usahatani jagung yang tidak efisien. Model pertanaman alley cropping yang mengkombinasikan tanaman lorong (Hedgerow) berupa gamal, rambutan dan rumput gajah memberikan beberapa keuntungan diantaranya mencegah terjadinya degradasi lahan, input produksi yang efisien bagi jagung dan adanya pendapatan tambahan dari rambutan serta pakan tambahan untuk ternak kambing dari gamal dan rumput gajah. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah meningkatkan produktivitas lahan marginal petani yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Metode pendekatan dalam menyelesaikan masalah petani menggunakan pendekatan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture). Proses diseminasi teknologi diawali dengan FGD (Focus Group Discussion) untuk memahami permasalahan yang dihadapi petani. Setelah masalah berhasil diidentifikasi dan dipetakan, dilakukan uji coba pada lahan usahatani petani agar teknologi dapat diadaptasikan. Untuk mendiseminasikan teknologi ke petani lainnya, dilakukan penyuluhan dimana penyuluhnya adalah petani pelaksana kegiatan. Metode komunikasi yang digunakan adalah farmer to farmer communication. Dengan demikian, proses adopsi teknologi dapat berjalan dengan loancar karena pengembangan teknologi dilakukan secara partisipatif.

Kata kunci: LEISA, partisipatif, alley cropping, jagung

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 82 views
  • Download Icon 314 downloads
Metrics Icon 82 views  //  314 downloads