Industri Kecil dan Menengah (IKM) memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekenomian dalam negeri. Variasi produk IKM khususnya di bidang pencapan kain (sablon) menjadi penting seiring dengan keberlangsungan hidup IKM tersebut. Salah satu usaha untuk meningkatkan varian produk diantaranya adalah dengan pencapan etsa putih dengan menggunakan zat pemutih pakaian komersial (BAYCLIN) sebagai zat pengetsanya. Pada penelitian ini dilakukan proses pencapan etsa putih menggunakan zat pemutih pakaian (BAYCLIN) pada kain kapas yang telah dicelup menggunakan zat warna reaktif dingin (Drimarene Blue K2-RL). Variabel yang digunakan adalah perbedaan konsentrasi zat pengetsa yaitu sebesar : 400 g/kg, 471 g/kg, 526 g/kg, 571 g/kg, dan 609 g/kg. Pada penggunaan variasi konsentrasi zat pengetsa tersebut, didapatkan hasil bahwa semakin besar konsentrasi zat pengetsa, maka nilai derajat putih pada motif kain semakin tinggi, dan kekuatan tarik kain arah lusi & pakan pada bagian motif semakin rendah dengan nilai optimum dicapai pada konsentrasi pemutih komersial sebesar 526 g/kg, dengan nilai derajat putih rata-rata sebesar 88,14, dan kekuatan tarik kain arah lusi rata-rata sebesar 23,7 kg dan arah pakan rata-rata sebesar 10,6 kg.