Baru saja dipublikasikan
Most Viewed
Karakteristik Generasi Z dalam Perkembangan Diri Anak  Melalui Visual  Image
Conference paper

Karakteristik Generasi Z dalam Perkembangan Diri Anak Melalui Visual

Generasi Z yang sering disebut juga dengan generasi digital. Karena generasi ini lahir pada perkembangan teknologi yang sedang pesat, sejak kecil anak-anak generasi Z sudah diperkenalkan dengan teknologi, jika dahulu kala permainan melalui bentuk fisik, generasi Z ini bermain melalui media teknologi. Semakin seringnya mereka bermain dan berinteraksi dengan media teknologi kemungkinan besar mereka akan semakin bergantung dengan teknologi, hal ini akan menimbulkan dampak negatif dan positif. Dampak negatif dan positif inilah yang akan membentuk karakter anak dari generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah karakteristik yang dikemukakan oleh tokoh masyarakat memang sesuai dengan realitas generasi Z. Metode yang digunakan adalah In-Depth interview (wawancara mendalam). Penelitian yang dilakukan adalah tentang ketidak percayaan diri partisipan terhadap kemampuan yang dimilikinya, partisipan menyukai menggambar namun karena melihat kemampuan temannya lebih baik partisipan merasa iri dan merasa kemampuannya tidak berkembang sehingga ia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menggambar. Kata kunci: Karakteristik Generasi Z, Perkembangan Diri
Pendekatan konsep Merdeka Belajar dalam pembelajaran Seni Rupa di era industri 4.0 Image
Conference paper

Pendekatan konsep Merdeka Belajar dalam pembelajaran Seni Rupa di era industri 4.0

Apakah konsep Merdeka Belajar efektif diterapkan untuk pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) diera Industri 4.0?. Industri 4.0 adalah perkembangan zaman terkini berkaitan dengan otomasi dan pertukaran data teknologi pabrik. Agar dapat mengikuti zaman, kemampuan dan karakter dari siswa digiring mengikuti visi misi dari sebuah negara sekarang yakni mengejar ketertinggalan serta dapat setara dengan negara- negara maju lainnya. Dalam Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim; mentri pendidikan dan kebudayaan RI menggagas konsep pendidikan Merdeka Belajar dengan menekankan 4 aspek perubahan yakni USBN, UN, RPP dan Zonasi. Penekanan ini membuat pergeseran pendekatan pembelajaran khususnya Matapelajaran Seni Budaya (Seni Rupa). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektifitas konsep Merdeka Belajar terhadap pembelajaran Seni Rupa di era industri 4.0. Menggunakan kajian teoritis pada konsep Merdeka Belajar dan hubungannya dengan tujuan pendidikan Negara Indonesia. Didapatkan konsep Merdeka Belajar sangatlah efektif dan fleksibel jika diterapkan dengan baik. Siswa dituntut untuk lebih aktif dan inovatif dalam mengolah ilmu serta pengetahuannya sehingga peran guru tidak hanya sebagai informan, namun lebih pada fasilitator sekaligus motivator dalam pembelajaran. Pondasi keaktifan siswa ditanamkan sejak sekolah dasar sebagai karakter yang akan mereka bawa dijenjang berikutnya. Kemajuan teknologi pada era Industri 4.0 juga mendukung variasi media pembelajaran yang lebih kompleks dan menarik dalam belajar Seni Rupa. Kesimpulannya konsep Merdeka Belajar yang didukung kemajuan teknologi era Industri 4.0 sangat efektif dalam pembelajaran seni rupa sehingga sesuai dengan tujuan Ki Hajar Dewantara, manusia pembelajar bisa “mangaju- aju salira, mangaju- aju bangsa, mangaju- aju manungsa” membahagiakan diri, membahagiakan bangsa, membahagiakan kemanusiaan) Kata kunci: Merdeka Belajar; Pembelajaran Seni Rupa; Industri 4.0.
Suggested For You
Batik Sebagai Representasi Produk Indsutri Kreatif di Sidoarjo Reinvensi Pragmatis Untuk Inovasi Industri Kreatif Berbasis Budaya Visual Nusantara Image
Conference paper

Batik Sebagai Representasi Produk Indsutri Kreatif di Sidoarjo Reinvensi Pragmatis Untuk Inovasi Industri Kreatif Berbasis Budaya Visual Nusantara

Batik dan teknologi tidak bisa dipisahkan meski perkembanganya sangat jauh berbeda dengan teknologi yang sangat pesat di luar sana, tetapi eksistensi batik nusantara tidak kalah dengan berkembanganya, nampak jelas tren batik di era sekarang. Tingginya minat dan pemahaman kaum milenial terhadap batik, membuat banyak dari mereka yang tak hanya ambil peran sebagai konsumen. Kaum muda juga sudah mulai ikut serta dalam pelestarian warisan budaya bangsa ini. Mereka mulai mengoleksi batik tulis, dalam hal ini batik jetis sidoarjo. Setiap motif yang dibuat pada kain batik jetis menunjukan hasil kekayaan alam dan warnanya yang mencolok. Sidoarjo memiliki potensi batik yang patut diperhitungkan yang selalu memodifikasi dan berinovasi sesuai perkembangan zaman. Sehingga batik dan teknologi industry near 4.0 saling memiliki penggemarnya masing – masing.
Budaya Visual Nusantara dalam Dimensi Baru  Image
Conference paper

Budaya Visual Nusantara dalam Dimensi Baru

Dominasi Perempuan sebagai Object Visual dalam Digital Influancer  Image
Conference paper

Dominasi Perempuan sebagai Object Visual dalam Digital Influancer

De Verre Lumiere: Produk Kreativitas dari Botol \u0026 Gelas Kaca Bekas Image
Conference paper

De Verre Lumiere: Produk Kreativitas dari Botol & Gelas Kaca Bekas

Budaya Visual Nusantara dalam Dimensi Baru  Image
Budaya Visual Nusantara dalam Dimensi Baru  Image
Conference paper

Budaya Visual Nusantara dalam Dimensi Baru

Dominasi Perempuan sebagai Object Visual dalam Digital Influancer  Image
Dominasi Perempuan sebagai Object Visual dalam Digital Influancer  Image
Conference paper

Dominasi Perempuan sebagai Object Visual dalam Digital Influancer

De Verre Lumiere: Produk Kreativitas dari Botol \u0026 Gelas Kaca Bekas Image
De Verre Lumiere: Produk Kreativitas dari Botol \u0026 Gelas Kaca Bekas Image
Conference paper

De Verre Lumiere: Produk Kreativitas dari Botol & Gelas Kaca Bekas

Conference paper

Perkembangan Mainan Warak Ngendog sebagai Mainan Tradisional Kota Semarang

Perkembangan Mainan Warak Ngendog sebagai Mainan Tradisional Kota Semarang Image
Conference paper

Analisis Makna Motif Batik Ciwaringin Cirebon

Analisis Makna Motif Batik Ciwaringin Cirebon  Image
Baca artikel lainnya