Recently Published
Most Viewed
Penggunaan Energi Angin dan Energi Matahari sebagai Sumber Energi Listrik dengan Sistem Hybrid Image
Conference paper

Penggunaan Energi Angin dan Energi Matahari sebagai Sumber Energi Listrik dengan Sistem Hybrid

Seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak tanah dan langkanya peredarannya di pasaran serta menipisnya cadangan minyak di dunia, hal ini mempengaruhi harga pangan dan tarif-dasar listrik. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan penelitian guna memperoleh sumber energi alternatif yang dapat menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang diupayakan yaitu dengan memanfaatkan energi angin yang memutar Kubah-putar masjid dengan porosnya yang dihubungkan dengan transmisi sabuk ke dinamo, sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, juga digunakan solar cell untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Energi listrik dari dinamo dan solar cell kemudian disimpan di dalam battery dengan bantuan alat regulator. Untuk menyalakan lampu dengan mempergunakan arus listrik battery diperlukan inventer yang berfungsi sebagai alat pengubah arus listrik. Hasil penelitian menunjukkan setelah 9 jam pengisian battery, kemudian listrik searah (DC) dari battery di ubah menjadi listrik bolak-Balik (AC) dengan menggunakan inventer hanya mampu menghidupkan bola lampu 45 Watt selama 2 jam dengan panjang kabel 15 meter dan diameter kawat kabel 1 mm. Energi listrik ini dapat digunakan untuk penerangan mulai sebelum waktu magrib hingga waktu isak di masjid, terutama masjid-masjid di pedesaan yang jauh dari jangkauan PLN.
Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (Caco3) di dalam Pipa Beraliran Laminer pada Laju Alir 30 Ml/menit Hingga 50 Ml/menit dan Penambahan Aditif Asam Malat Image
Conference paper

Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (Caco3) di dalam Pipa Beraliran Laminer pada Laju Alir 30 Ml/menit Hingga 50 Ml/menit dan Penambahan Aditif Asam Malat

Pengerakan merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl2 dan Na2CO3 dengan laju alir 30 ml/menit, 40 ml/menit, dan 50 ml/menit dengan konsentrasi larutan 3500 ppm Ca2+ sebagai salah satu parameter proses pertumbuhan kerak. Asam malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari tembaga. Pembentukan kristal kalsium karbonat (CaCO3) diprediksi dapat diketahui dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan laju alir dari 30 ml/menit ke 50 ml/menit mempercepat waktu induksi. Dengan penambahan aditif asam malat (C4H6O5) 3 ppm dan 5 ppm menambah/memperlambat waktu induksi.
Teknologi Pemurnian Senyawa dengan Metoda Kromatografi Image
Conference paper

Teknologi Pemurnian Senyawa dengan Metoda Kromatografi

Inovasi Brownies “Beetofu” Empat Sehat Lima Sempurna Sebagai Cemilan Yang Rendah Kalori Bagi Penderita Diabetes Mellitus Image
Conference paper

Inovasi Brownies “Beetofu” Empat Sehat Lima Sempurna Sebagai Cemilan Yang Rendah Kalori Bagi Penderita Diabetes Mellitus

Suggested For You
Efek Metanol Kadar Rendah Terhadap Efisiensi Termal Mesin Diesel Injeksi Langsung Dengan Sistem Egr Image
Conference paper

Efek Metanol Kadar Rendah Terhadap Efisiensi Termal Mesin Diesel Injeksi Langsung Dengan Sistem Egr

Jumlah kendaraan yang semakin meningkat menyebabkan kelangkaan BBM dan meningkatkan polusi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penggunaan bahan bakar alternative antara lain minyak jarak dan metanol. Penelitian ini mempelajari pengaruh campuran metanol kadar rendah terhadap efisiensi termal pada mesin diesel Isuzu 4JB1 yang dilengkapi dengan system EGR (Exhaust Gas Recirculation). Metanol yang digunakan mempunyai kadar air 24,88% berbasis volume. Rasio campuran solar-minyak jarak-metanol yang digunakan adalah 100/0/0, 85/20/5, 80/20/10 dan 75/20/15 % pada volume basis. Bukaan katub EGR divariasikan dari 0 hingga 50%. Pengujian dilakukan pada putaran stasioner 2000 rpm dan diberi beban dari 25% sampai 100% dengan interval pembebanan 25%. Sebuah dynamometer merk dynamite Land & Sea digunakan untuk mengukur daya mesin yang nantinya akan digunakan untuk menghitung efisiensi termal. Data hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin tinggi presentasi metanol dalam campuran bahan bakar mengakibatkan efisiensi termal cenderung menurun.
Read more articles