Recently Published
Most Viewed
Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Upaya Pencegahan Tuberkulosis Image
Journal article

Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Upaya Pencegahan Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis paru adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 1/3 penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. Pada tahun 2012 kasus penderita tuberkulosis baru di Kalimantan Selatan dilaporkan 96 per 100.000penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Bawahan Selan tahun 2015. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 24.410 orang, teknikpengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling, kemudian jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus slovin dan didapat sampel sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan tuberkulosis.
Analisis Faktor\u002Dfaktor yang Mempengaruhi Debit Sungai Mamasa Image
Journal article

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Debit Sungai Mamasa

The research was conducted in the watershed area of Mamasa. Data was taken for 11 months starting from December 2006 to October 2007.The research aimed to identify the influencing factors of the river discharge which were decreasing from time to time. Data was collected through the application of direct field observation and literature study. Data on precipitation were gained from 4 stations. The stations were located in Sumarorong, Mamasa, Minake, and Pana. Data regarding the river discharge were taken from the office of The Water Source Management in south Sulawesi Province. Meanwhile, data of land cover were gained from GIS mapping taken in 1999 and 2003 as well as from Spot 4 in 2007. Data were analyzed by regression linear model to identify the effect of independent variable to dependent variable.The results of the research show that the changes in river discharge fluctuation were influenced by precipitation and land cover factor. The dominant factor that influenced river discharge fluctuation were conifers and wide leaf type of vegetations. Data were analyzed by regression linear model to identify the effect of independent variable to dependent variable.The results of the research show that the changes in river discharge fluctuation were influenced by precipitation and land cover factor. The dominant factor that influenced river discharge fluctuation were conifers and wide leaf type of vegetations. Key words: watershed, influencing, fluctuation Key words: watershed, influencing, fluctuation
Hubungan Status Gizi dan Kesehatan dengan Kualitas Hidup Lansia di Dua Lokasi Berbeda Image
Journal article

Hubungan Status Gizi dan Kesehatan dengan Kualitas Hidup Lansia di Dua Lokasi Berbeda

Pentingnya Politik Bidang Kesehatan Image
Journal article

Pentingnya Politik Bidang Kesehatan

Perbedaan Status Pemberian ASI Eksklusif terhadap Perubahan Panjang Badan Bayi Neonatus Image
Journal article

Perbedaan Status Pemberian ASI Eksklusif terhadap Perubahan Panjang Badan Bayi Neonatus

Hubungan Status Gizi dan Kesehatan dengan Kualitas Hidup Lansia di Dua Lokasi Berbeda Image
Hubungan Status Gizi dan Kesehatan dengan Kualitas Hidup Lansia di Dua Lokasi Berbeda Image
Journal article

Hubungan Status Gizi dan Kesehatan dengan Kualitas Hidup Lansia di Dua Lokasi Berbeda

Pentingnya Politik Bidang Kesehatan Image
Pentingnya Politik Bidang Kesehatan Image
Journal article

Pentingnya Politik Bidang Kesehatan

Perbedaan Status Pemberian ASI Eksklusif terhadap Perubahan Panjang Badan Bayi Neonatus Image
Perbedaan Status Pemberian ASI Eksklusif terhadap Perubahan Panjang Badan Bayi Neonatus Image
Journal article

Perbedaan Status Pemberian ASI Eksklusif terhadap Perubahan Panjang Badan Bayi Neonatus

Suggested For You
Formulasi dan Karakteristik Bihun Tinggi Protein dan Kalsium dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) untuk Balita Stunting Image
Journal article

Formulasi dan Karakteristik Bihun Tinggi Protein dan Kalsium dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) untuk Balita Stunting

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi di Indonesia. Penyebab langsung stunting adalah penyakit infeksi dan asupan makanan yang tidak memadai seperti kurang protein dan kalsium. Tulang ikan patin tinggi protein, kalsium dan fosfor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang Balita. Salah satu cara pemanfaatan tulang ikan patin adalah diolah menjadi tepung dan dijadikan produk bihun untuk Balita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik dan karakteristik bihun tinggi protein dan kalsium dengan penambahan tepung ikan patin (Pangasius hypopthalmus) untuk Balita stunting. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Variabel yang dikaji adalah nilai gizi tepung tulang ikan patin yaitu analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat), analisis kalsium dan fosfor, dan uji organoleptik (uji hedonik dan mutu hedonik). Uji sensori dilakukan dengan metode rating hedonik dengan 25 panelis semi terlatih. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan, tepung tulang ikan patin memiliki kandungan gizi kadar air 6.79%, kadar abu 64.23%, kadar protein 20.39%, lemak 3.36%, karbohidrat 8.35%, kalsium 1002.00 mg/100g dan fosfor 12.80 mg/100g. Berdasarkan Uji ANOVA terdapat pengaruh penambahan tepung tulang ikan patin terhadap rasa (p=0,001) dan aroma bihun (p=0,041), sedangkan dari segi warna (p=0.116), dan tekstur (p=0,102) tidak ada pengaruh penambahan tepung tulang ikan patin. Formulasi bihun terpilih adalah F1 (4%) untuk anak Balita stunting.
Read more articles