Recently Published
Most Viewed
Analisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston Terhadap Kinerja Motor Bensin Image
Journal article

Analisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston Terhadap Kinerja Motor Bensin

Secara garis besar motor bensin tersusun oleh beberapa komponen utama meliputi : blok silinder (cylinderblock), kepala silinder (cylinder head), poros engkol (crank shaft), torak (piston), batang piston (connectingrod), roda penerus (fly wheel), poros cam (cam shaft) dan mekanik katup (valve mechanic).Berdasarkandiskripsi dari sistem kerja, karakteristik dan bagian komponen mekanik motor bakar torak (piston), adalahmemungkinkan modifikasi khususnya pada torak (piston) pada motor bakar torak. Pada penelitian ini maka kitaakan memodifikasi permukaan piston menjadi permukaan piston cekung dan permukaan piston cembung. Hasilpenelitian ini untuk mencari perbandingan model-model profil permukaan torak (piston face) gunamendapatkan model yang optimal dan dapat mengasilkan kerja maksimal. Model permukaan torak dapatdilakukan dengan modifikasi desain permukaan torak cekung dengan desain permukaan torak cembung.Pelaksanaan identifikasi penelitian ini pada modifikasi desain permukaan torak cekung dengan desainpermukaan torak cembung, maka akan diperoleh hasil yaitu desain modifikasi dan karakteristik permukaantorak. Dan peneliti ini dapat mengetahui pengaruh terhadap daya pengisapan dan perbandingan kompresi padamesin tersebut, serta hasil tenaga atau daya motor. Selain analisis secara matematis, penelti jugamensimulasikan laju aliran fluida yang terjadi pada silinder tersebut dengan menggunakan programsolidworks.
Konservasi dan Pelestarian Sumber Daya Air di Indonesia Image
Journal article

Konservasi dan Pelestarian Sumber Daya Air di Indonesia

Penggunaan air dan sumber air yang kurang bijaksana mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem sumber daya air dan peningkatan pencemaran, sehingga ketersediaan dalam kuantitas maupun kualitas semakin rentan. Hal ini memberikan dampak negatif yang mengancam kelangsungan penyediaan pelayanan air. Untuk menjaga keberlanjutan dalam penyediaan pelayanan air yang semakin meningkat dari waktu kewaktu, maka perlu disusun kebijakan utnuk mengerahkan USAha-USAha konservasi dan pelestarian sumberdaya air. Dari studi lapangan diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi meliputi alih fungsi lahan pada daerah tangkapan air. Pengrusakan sempadan sungai, pencemaran oleh limbah industri, rumah tangga dan pertanian, penurunan muka air tanah dan intrusi air laut, kerusakan badan air oleh penambangan galian C, erosi dan sedimentasi, serta berkembang biaknya gulma di badan-badan air. Sementara itu peraturan Perundangan yang ada ternyata tidak berjalan secara efektif. Hal ini disebab kan banyaknya peraturan yang bersifat sektoral dan departemental, tidak dipatuhinya peraturan oleh masyrakat dan aparat pemerintah, serta kurangnya sosialisasi dari peraturan Perundangan yang ada. Dalam hal kelembagaan, ditemukan beberapa Kenyataan antara lain kurangnya koordinasi antar lembaga yang terkait, kurang berfungsinya lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya air, kurang disadarinya pentingnya kegiatan operasi dan pemeliharaan, masih dilakukannya perencanaan secara terpadu dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya air, serta kurangnya USAha untuk mendorong partipasi masyarakat dalam menjaga pelestarian sumber daya air. Kesulitan lain yang dihadapi adalah kurangnya dana dan terbatasnya sumber-sumber pendapatan untuk menunjang konsercasi dan pelestarian sumber daya air. Sejalan dengan proses disentralisasi dan otonomi daerah, disarankan agar status kelembagaan dalam pengelolan daerah pengaliran sungai dipertegas; masing-masing daerah pengaliran sungai menyusun sebuah rencana induk pengmebangan secara terpadu dan menyeluruh; untuk mewujudkan rencana itu perlu disusun strategi pembiayaan yang sesuai dengan potensi dan nilai air pada masing-masing tempat; dan sebagai pegangan dalam pengelolaan sumber daya air, ketiga hal diatas perlu dikukuhkan dalam bentuk peraturan daerah. Kata kunci : ekosistem sumber daya air, keberlanjutan, peraturan Perundangan, status kelembagaan, rencana induk terpadu dan menyeluruh, strategi pembiayaan, peraturan daerah.
Suggested For You
Atterberg Limit pada Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Natrium Karbonat Image
Journal article

Atterberg Limit pada Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Natrium Karbonat

Soil properties often have inadequate to sustain a construction or building, such as compressibility, permeability, and plastisitasnya. One method of stabilization of chemical soil stabilization as an effort to increase strength, reduce the reduction, and improving physical and mechanical properties of others. In this study, conducted observations of Clay Soil Plasticity Index values are mixed with Natrium Carbonate (Na2CO3) with a composition of 1 g of Na2CO3 for 1 kg of soil clays and brooded for 24 hours at the Laboratory of Soil Mechanics Unisma Bekasi. Then tested the limits of consistency (Atterberg Limits) to obtain the value of liquid limit and plastic limit so we get the soil plasticity index. The test results concluded that the original soil physical properties soil plasticity index value of 45.07%. Land included in the type CH (Inorganic clay with high plasticity), and within the category of very soft clay and somewhat sensitive. Soil mixed with Natrium Carbonate has a plasticity index value of 27.553%. Land included in the type of inorganic silt or organic clay with moderate to high plasticity. Natrium Carbonate is successful in reducing the plasticity index value of the land, so that the physical properties of soil clays for the better. Keywords: Natrium Carbonate, Soil clays, Chemical Stabilization, Plasticity Index
Read more articles