Recently Published
Pelatihan Dan Pendampingan Praktikum IPA Kontekstual Bagi Guru\u002D Guru Setingkat SD Di MIN SasaKota Ternate Image
Journal article

Pelatihan Dan Pendampingan Praktikum IPA Kontekstual Bagi Guru- Guru Setingkat SD Di MIN SasaKota Ternate

Kegiatan Pengabdian mandiri dosen untuk guru setingkat Sekolah Dasar di Kota Ternate khususnya guru-guru MIN Sasa Ternate dan MI Al-Marif Ternate. Dari hasil observasi, analisis situasi, dan justifikasi masalah bersama kedua mitra maka masalah prioritas yang penting untuk dicarikan solusi ialah proses pembelajaran yang secara umum masih bersifat tekstual. Salah satu penyebabnya ialah kemampuan guru dalam melaksanakan praktikum masih kurang. Sehingga tawaran solusi konkrit berdasarkan hal tersebut ialah pelatihan dan pendampingan praktikum IPA kontekstual bagi guru-guru yang dilanjutkan dengan pendampingan pelaksanaan praktikum.Luaran pengabdian ini ialah keterampilan melakukan praktikum IPA kontekstual oleh guru, dan panduan praktikum IPA untuk siswa SD materi air, fotosintesis, makanan, dan listrik.Metode pengabdian dilakukan dua tahap, yakni pelatihan praktikum dan pendampingan praktikum.Hasil kegiatan yakni 20 orang guru mengikuti pelatihan praktikum IPA kontekstual dengan materi: sifat air, fotosintesis, listrik, dan berat badan. Sebanyak 95% peserta merasakan mendapat pengalaman baru setelah mengikuti pelatihan, dan secara keseluruhan guru mengungkapkan akan menerapakan praktikum yang telah dilatih.
Penerapan Pembelajaran Model Student Teams Achivement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Kelas VII Pada Konsep Ekosistem Di SMP Negeri 6 Bibinoi Image
Journal article

Penerapan Pembelajaran Model Student Teams Achivement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Kelas VII Pada Konsep Ekosistem Di SMP Negeri 6 Bibinoi

Pembelajaran IPA di SMP pada umumnya masih didominasi oleh aktifitas guru. Kelas berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan dan berpegang pada buku paket saja. Kegiatan pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan benda-benda konkrit dalam situasi yang nyata. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas diperlukan suatu pendekatan yaitu menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan model Student Teams Achivement Division.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini Untuk mengetahui hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, dengan penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Student Teams Achivement Division (STAD)Hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, pada materi Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem. Pada siklus I siswa yang mengikuti tes terdapat sebanyak 5 siswa yang tuntas,siswa tersebut dikatakan tuntas karena hasil tes yang diperoleh telah mencapai nilai KKM. Siswa yang dikategorikan tidak tuntas sebanyak 15 siswa, karena hasil tes yang diperoleh belum mencapai nilai KKM. Dengan ketuntasan secara klasikal pada tes silus I adalah 25%, Sedangkan pada siklus II dengan materi Mengindentifi-kasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem, telah mengalami peningkatan yaitu siswa yang dikategorikan tuntas sebanyak 20 siswa atau 100% , siswa yang dikategorikan tuntas. Dengan demikian model pembelajaran Student Teams Achivement Division dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, materi Ekosistem Kata Kunci: Penerapan Pembelajaran Model Student Teams Achivement Division (STAD)
Analisis Struktur Vegetasi Pada Habitat Kupu\u002Dkupu Papilio Ulysses Di Pulau Kasiruta Image
Analisis Struktur Vegetasi Pada Habitat Kupu\u002Dkupu Papilio Ulysses Di Pulau Kasiruta Image
Journal article

Analisis Struktur Vegetasi Pada Habitat Kupu-kupu Papilio Ulysses Di Pulau Kasiruta

Most Viewed
Identifikasi Cendawan Patogen Pada Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum L) Image
Journal article

Identifikasi Cendawan Patogen Pada Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum L)

Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Namun, budidaya tanaman tomat banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yangdisebabkan oleh mikrob patogen yaitu cendawan patogen. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busukbuah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis cendawan patogen yang terisolasi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L) melalui identifikasi makroskopik dan mikroskopik. Penelitian bersifat deskripsi, metode yang digunakan adalah metode tanam langsung ke media. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi jenis cendawan patogen berdasarkan karakteristik morfologimakroskopik dan mikroskopik yang mengacu pada buku Introduction to Food-Borne Fungi. Hasil isolasi diperoleh sembilan jenis cendawan yaitu Peronospora paracitica (IBt1), Cercospora sp (IBt2), F. verticillioides (IBt3), F. cerealis (ID1), Alternaria sp (ID2), Cladosporium sp (ID3), F. oxysporum (IBh1), Phytopthora cactorum (IBh2), dan Fusarium sp (IBh3). Kesembilan cendawan tersebut merupakan patogen pada batang (Peronospora paracitica, Cescospora sp, F. verticillioides), daun (F. cerealis, Alternaria sp, Cladosporium sp), dan buah (F. oxysporum, Phytopthora cactorum, dan Fusarium sp).
Sistem Pengelolaan Dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa\u002D Dufa Kota Ternate Image
Journal article

Sistem Pengelolaan Dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa- Dufa Kota Ternate

Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan Di Kota Ternate Image
Journal article

Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan Di Kota Ternate

Konservasi Hutan Mangrove Di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi Dengan Kurikulum Sekolah Image
Konservasi Hutan Mangrove Di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi Dengan Kurikulum Sekolah Image
Journal article

Konservasi Hutan Mangrove Di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi Dengan Kurikulum Sekolah

Sistem Pengelolaan Dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa\u002D Dufa Kota Ternate Image
Sistem Pengelolaan Dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa\u002D Dufa Kota Ternate Image
Journal article

Sistem Pengelolaan Dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan Dufa- Dufa Kota Ternate

Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan Di Kota Ternate Image
Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan Di Kota Ternate Image
Journal article

Jumlah Dan Distribusi Stomata Pada Tanaman Penghijauan Di Kota Ternate

Suggested For You
Dampak Faktor Personal dan Tekanan Sosial pada Niat Perempuan untuk Memilih (Vote) Image
Journal article

Dampak Faktor Personal dan Tekanan Sosial pada Niat Perempuan untuk Memilih (Vote)

Peranan perempuan dalam Pemilihan Umum (election) telah menjadi bahasan padaberbagai riset (misalnya, Elder & Greene, 2003; Hayes, 1997; Senol, 2009; Schmidt,2008). Hal ini disebabkan karena perempuan adalah pemilih potensial. Senol (2009)menunjukkan signifikansi peran pemilih perempuan dengan memperlihatkan bagaimanapemilih perempuan memiliki dampak pengganda yang potensial. Bahwa (1) perempuanlebih cepat berpartisipasi, dan (2) secara komunal lebih kukuh (solid) dalam memutuskanapa ataupun siapa yang lebih baik untuk mereka, serta (3) karena perempuan adalah basisjaringan yang efektif.Riset-riset yang dilakukan lebih untuk menjelaskan baik mengenai sejauhmanakeberpihakan sistem pemilu terhadap perempuan, maupun bagaimana motivasi dansumberdaya yang dimiliki perempuan berperan dalam mengejar peran-peran publiksebagai legislator, maupun sebagai eksekutif (misalnya Hayes, 1997; Senol, 2009;Schmidt, 2008). Namun, riset tentang bagaimana perempuan mengambil keputusan dibawah tekanan sosial maupun tekanan personal yang dihadapinya dalam memilih,terlebih pada konteks riset Pemilihan Umum di Indonesia masih jarang dilakukan.
Pemetaan Investasi di Propinsi Maluku Utara Kerjasama BAPPEDA Propinsi Maluku Utara dan LPPM Universitas Khairun Image
Journal article

Pemetaan Investasi di Propinsi Maluku Utara Kerjasama BAPPEDA Propinsi Maluku Utara dan LPPM Universitas Khairun

Dalam perspektif Pemerintah Republik Indonesia, ada dua tujuan utama kebijakan otonomi daerah. Pertama, untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia€. Kedua, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah ( Lihat Konsideran UU No. 32 Tahun 2004).Untuk melaksanakan amanat otonomi daerah maka peran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi daerah menjadi sangat penting. Keberadaan pemerintah daerah yang merupakan regulator dan fasilitator dalam pencapaian keberhasilan otonomi daerah menjadi pusat (central) dalam menggali dan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Tentunya keberhasilan ini didukung pula oleh semua komponen daerah yang memiliki keterkaitan dengan pengoptimalan potensi daerah. Tanpa adanya kerjasama yang baik antar komponen daerah secara keseluruhan maka pelaksanaan otonomi daerah akan mengalami hambatan. Pada akhirnya seluruh komponen yang terkait (pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi dan masyarakat) merupakan satu kesatuan yang saling menopang dalam rangka menggapai keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah.