Recently Published
Most Viewed
Pengelolaan Tanah Ultisol Dengan Pemberian Pembenah Organik Biochar Menuju Pertanian Berkelanjutan Image
Journal article

Pengelolaan Tanah Ultisol Dengan Pemberian Pembenah Organik Biochar Menuju Pertanian Berkelanjutan

Ultisol has a very broad distribution, covering nearly 25% of the total land area of Indonesia. Cross section of deep soil and cation exchange capacity are classified as moderate to high to make this land has an important role in the development of dryland farming in Indonesia. Almost all types of plants can be grown and developed on this land, unless constrained by climate and relief. Natural fertility Ultisol generally present in a thin horizon with a low organic matter content. Macro nutrients such as phosphorus and potassium are often deficient, acid soil reaction to very sour, and high aluminum saturation is an Ultisol soil properties which often inhibits plant growth. In addition there argillic horizon that affect the physical properties of the soil, such as micro and macro pore reduction and increased runoff, which in turn can lead to soil erosion. To speed up the recovery of the physical, chemical, biological and land rehabilitation efforts should be made by using organic matters that are difficult to decompose so that it can survive in the soil as biochar (charcoal biological). The addition of biochar as a soil conditioner derived from the combustion of waste agricultural products with limited oxygen, it has a good potential as a soil amendment, because organic C still remain in the black carbon (biochar). The addition of biochar to soil ultisol will provide considerable benefits, among others, can improve the physical, chemical and biological soil, thus indirectly able to increase crop production on land ultisol well as the development of sustainable agriculture can be realized.
Perkembangan Hukum Indonesia dalam Menciptakan Unifikasi dan Kodifikasi Hukum Image
Journal article

Perkembangan Hukum Indonesia dalam Menciptakan Unifikasi dan Kodifikasi Hukum

Perkembangan hukum Indonesia merupakan pengharapan terciptanya hukum yang selaras dan seimbang bagi segala aspek kehidupan. Sejarah perkembangan hokum Indonesia telah memperlihatkan unifikasi maupun kodifikasi sangat sulit diterapkan di Indonesia karena kompleksnya masyarakat Indonesia. Selain itu, pluralism hukum berlaku di Indonesia, sehingga unifikasi menyeluruh sulit dilakukan, sedangkan kodifikasi hanya dapat dilakukan secara parsial.
Suggested For You
Hak Atas Lingkungan: sebuah Pengantar Diskusi Image
Journal article

Hak Atas Lingkungan: sebuah Pengantar Diskusi

Salah satu jenis hak asasi manusia yang belum begitu terelaborasi adalah hak atas lingkungan. Meskipun hak ini sering kali digunakan oleh aktivis lingkungan dalam advokasi mereka, hak atas lingkungan masih menyisakan perdebatan tidak hanya dalam konsepsi moral dan legalnya tapi juga pada aplikasinya di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan elaborasi hak atas lingkungan sebagai pengantar untuk bahan diskusi lanjutan tentang signifikansinya dalam konteks Indonesia. Artikel ini berpendapat bahwa meskipun pengakuan atas hak atas lingkungan oleh negara termaksud dalam berbagai instrumen hukum dan bahkan dalam konstitusi, hak tersebut dikualifikasi dari konsep dasarnya menggunakan frase ‘hak atas lingkungan yang baik dan sehat’ dan bukan menggunakan frase ‘hak atas lingkungan’ dalam pengertian yang luas. Jika menggunakan frase yang terakhir, maka keadilan lingkungan merupakan salah satu aspek dari hak atas lingkungan, dan tentu hal ini menakutkan aktor negara dan non-negara yang diuntungkan dari ketidakadilan lingkungan yang meluas di nusantara ini.Â
Read more articles