Recently Published
Most Viewed
Analisis Sistem Manajemen Mutu Dalam Upaya Mempertahankan ISO 9001 : 2000 (Studi Kasus PT. Mertex Indonesia\u002DMojokerto) Image
Journal article

Analisis Sistem Manajemen Mutu Dalam Upaya Mempertahankan ISO 9001 : 2000 (Studi Kasus PT. Mertex Indonesia-Mojokerto)

Sertifikasi ISO 9000 mutlak diperlukan oleh semua Perusahaan, baik memasarkan produknya ditingkat nasional maupun yang akan masuk pasar global setelah tahun 2003. Dengan penerapan ISO 9000 ini Perusahaan dapat membuktikan kepada pelanggan bahwa mereka telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu melalui sertifikat dari suatu badan sertifikasi. PT MERTEX INDONESIA adalah salah satu Perusahaan yang menyadari akan pentingnya sertifikasi tersebut, sehingga pada tahun 2003 secara resmi PT MERTEX INDONESIA mendapatkan sertifikat ISO Seri 9001:2000. Sertifikat standard ISO Seri 9001:2000 ini tidak kekal, suatu saat bisa dicabut. Jika data audit internal yang dilakukan oleh suatu badan audit Perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan yang terdapat dalam elemen-elemen ISO Seri 9000 maka sertifikatnya akan dicabut. ISO (The International Organization for Standardization) adalah badan standard dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan Internasional yang berkaitan dengan Perubahan barang dan jasa. ISO dapat disimpulkan sebagai koordinasi standard kerja Internasional, publikasi standard harmonisasi Internasional, dan promosi pemakaian standard Internasional. Secara umum dari hasil penelitian yang dilakukan ini berdasarkan teknik analisis yang menggunakan ISO 9001 versi 2000 yaitu hasil penilaian implementasi elemen-elemen ISO 9001 : 2000 didapatkan nilai rata-rata sebesar 79.65 % dengan metode pembobotan entropi hasil analisis perhitungan tingkat prioritas bahwa prioritas tertinggi yang diutamakan oleh PT MERTEX INDONESIA adalah klausul Verifikasi Produk. Sedangkan untuk prioritas terendah adalah klausul Proses Analisis Data.
Pengukuran Kinerja Supplier Berdasarkan Vendor Performance Indicator Dengan Metode Quality Cost Delivery Flexibility Responsiveness Image
Journal article

Pengukuran Kinerja Supplier Berdasarkan Vendor Performance Indicator Dengan Metode Quality Cost Delivery Flexibility Responsiveness

Evaluasi supplier menjadi salah satu faktor penting dalam supply chain karena merupakan salah satu strategi Perusahaan untuk dapat bersaing dengan Perusahaan lain dalam hal kepuasan konsumen dan juga untuk meningkatkan atau mempertahankan service level Perusahaan tersebut dalam memenuhi permintaan konsumen. Sehingga pada penelitian ini, dilakukan pengukuran kinerja suplier berdasarkan vendor performance indicator (VPI) dengan metode quality cost delivery flexibility responsiveness pada PT Boma Bisma Indra Surabaya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kepentingan pada sistem evaluasi kinerja supplier plate di PT Boma Bisma Indra diketahui bahwa untuk kriteria Quality (0,408), Cost (0,204), Delivery (0,204), Responsiveness (0,071), Flexibility (0,112). Dan terdapat 12 Vendor Performance Indicator (VPI) sebagai indicator kinerja supplier plate. Sedangkan dari analisis terhadap beberapa vendor, target Perusahaan akan kinerja supplier adalah 90%, telah dapat dipenuhi oleh Igawara Industrial Service and Trading LTD dimana kinerjanya sebesar 95%. Sedangkan kinerja Benteler Far East Mfg Pte Ltd sebesar 81% dan PT Tira Andalan Steel sebesar 84% menunjukkan kinerjanya masih dibawah target
Ekstrak Bawang Putih Bubuk Dengan Menggunakan Proses Spray Drying Image
Journal article

Ekstrak Bawang Putih Bubuk Dengan Menggunakan Proses Spray Drying

Ekstraksi Minyak Atsiri Pada Tanaman Kemangi Dengan Pelarut N\u002Dheksana Image
Journal article

Ekstraksi Minyak Atsiri Pada Tanaman Kemangi Dengan Pelarut N-heksana

Ekstrak Bawang Putih Bubuk Dengan Menggunakan Proses Spray Drying Image
Ekstrak Bawang Putih Bubuk Dengan Menggunakan Proses Spray Drying Image
Journal article

Ekstrak Bawang Putih Bubuk Dengan Menggunakan Proses Spray Drying

Ekstraksi Minyak Atsiri Pada Tanaman Kemangi Dengan Pelarut N\u002Dheksana Image
Ekstraksi Minyak Atsiri Pada Tanaman Kemangi Dengan Pelarut N\u002Dheksana Image
Journal article

Ekstraksi Minyak Atsiri Pada Tanaman Kemangi Dengan Pelarut N-heksana

Suggested For You
Penggunaan Minyak Nyamplung Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah Image
Journal article

Penggunaan Minyak Nyamplung Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah

Minyak nabati merupakan alternatif substitusi minyak tanah, karena titik nyala minyak nabati lebih tinggi dari minyak tanah, maka diperlukan suatu upaya untuk menurunkan titik nyala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan komposisi etanol dan etil laktat dalam campuran aditif terhadap titik nyala minyak nyamplung. Untuk memperoleh perbandingan etanol dan etil laktat yang ditambahkan, dilakukan percobaan pendahuluan melalui penambahan aditif dengan rasio 1:1; 1:2; 1:3; 2:1; 2:3 pada minyak nyamplung. Tujuannya untuk mengetahui kelarutan aditif dalam minyak nyamplung. Penambahan etanol dan etil laktat dengan perbandingan 1:1 memberikan kelarutan etanol yang baik dalam minyak nyamplung. Setelah itu, dilakukan variasi konsentrasi aditif terhadap minyak nyamplung. Peubah konsentrasi aditif etanol yang digunakan masing-masing adalah 0%; 1%; 2%; 3%; 4%; 5%. Minyak nyamplung yang digunakan sebanyak 200 gram. Pencampuran bahan aditif dilakukan dalam bejana berpengaduk pada temperatur kamar dengan pengadukan lambat selama 10 menit agar homogen. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan aditif etanol dan etil laktat terjadi penurunan titik nyala minyak nyamplung, minyak nyamplung dengan konsentrasi etanol dan etil laktat masing-masing 2% diperoleh titik nyala 55°C, densitas 0,9358g/cm3 dan viskositas 43,71 mm2/s. Minyak nyamplung dengan aditif etanol dan etil laktat lebih tepat diaplikasikan pada kompor tekan dari pada kompor sumbu.
Read more articles