Recently Published
Collaborative E\u002Dlearning Berbasis Web Pada Mata Kuliah Extensive Reading Image
Collaborative E\u002Dlearning Berbasis Web Pada Mata Kuliah Extensive Reading Image

Collaborative E-learning Berbasis Web Pada Mata Kuliah Extensive Reading

Kriteria Biografi Tokoh yang Bermuatan Toleransi Kehidupan Beragama Image
Kriteria Biografi Tokoh yang Bermuatan Toleransi Kehidupan Beragama Image

Kriteria Biografi Tokoh yang Bermuatan Toleransi Kehidupan Beragama

Implementasi Model Pembelajaran Bahasa Inggris di SD di Surakarta Image
Implementasi Model Pembelajaran Bahasa Inggris di SD di Surakarta Image

Implementasi Model Pembelajaran Bahasa Inggris di SD di Surakarta

Most Viewed
Kajian Yuridis Unsur Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan Image
Conference paper

Kajian Yuridis Unsur Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan cukup tinggi terjadi di Indonesia. Sungguhpun demikian pemahaman masyarakat terhadap jenis kejahatan ini nampaknya bervariasi. Terakhir muncul istilah begal untuk menyebut kejahatan yang dilakukan dengan kekeraan. Sebenarnya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sudah mengatur tentang pencurian dengan kekerasan. Agar diperoleh pemahaman yang sama tentang pencurian dengan kekerasan, maka persoalan ini perlu dikaji dengan melihat kembali aturan hukum yang ada (KUHP). Atas dasar ini maka penelitian dengan judul: “Kajian Yuridis Unsur Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan” menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau disebut juga dengan penelitian yuridis normatif atau dapat disebut dengan penelitian normatif. Untuk itu yang diteliti adalah unsur-unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 KUHP, artinya yang dikaji adalah norma-norma yang terkait dengan kejahatan dengan kekerasan. Sebagai penelitian preskriptif, penelitian ini mempelajari tujuan mengenai formulasi Pasal 365 KUHP. Penelitian ini membutuhkan bahan hukum primer, sekunder dan jika perlu bahan non hukum/tersier. Bahan hukum primer yang dibutuhkan berasal dari KUHP dan yurisprudensi. Bahan hukum sekunder berasal dari referensi berupa: buku literatur, jurnal, artikel ilmiah, dan literatur lainnya yang dapat digunakan dalam penelitian ini. Dalam pembahasan penelitian ini menggunakan pendekatan: “undang-undang, konseptual dan kasus”. Sedangkan analisa, dilakukan dengan pendekatan deduktif dan melalui penafsiran analogi. Pendekatan deduktif adalah bertolak dari pengertian bahwa sesuatu yang berlaku bagi keseluruhan peristiwa atau kelompok/jenis, berlaku juga bagi tiap-tiap unsur di dalam peristiwa kelompok/jenis tersebut. Cara berpikirnya adalah silogisme. Pendekatan analogi menggunakan cara berpikir satu atau sejumlah peristiwa menuju pada satu peristiwa sejenis yang diantaranya mengandung kesamaan prinsipil. Proses yang digunakan dalam analisa adalah mencari persamaan pokok, di antara satu fenomena atau gejala dengan fenomena atau gejalan yang lain. Untuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan adalah suatu keharusan adanya kesatuan waktu antara pencurian dengan kekerasan. Artinya bahwa kekerasan dilakukakan dengan maksud untuk mempersiapkan, mempermudah atau memperlancar tindak pidana pencurian atau untuk memungkinkan melarikan diri dalam hal tertangkap tangan atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri. Kekerasan dalam pengertian menurut Pasal 365 KUHP adalah dalam bentuk: “pencurian dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau perkarangan tertutup yang ada rumahnya, dijalan umum, atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan. Pencurian dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, pencurian dilakukan dengan masuk ketempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu, atau jika perbuatan pencurian mengakibatkan luka-luka berat, kematian.
Kajian Yuridis Operasi Plastik sebagai Ijtihad dalam Hukum Islam Image
Conference paper

Kajian Yuridis Operasi Plastik sebagai Ijtihad dalam Hukum Islam

Operasi merupakan salah satu istilah di dalam ilmu kedokteran, tetapi belum tentu setiap orang mengetahui istilah operasi, terutama mengenai operasi plastik. Operasi plastik adalah operasi khusus yang dilakukan oleh ahli bedah dengan jalan untuk memperbaiki organ tubuh yang cacat (tidak normal) agar dapat berfungsi secara normal. Pelaksanaan operasi plastik dilakukan terhadap orang yang mempunyai organ tubuh yang yang cacat, tetapi sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran yang semakin maju, operasi plastik juga dilakukan terhadap orang yang organ tubuhnya sempurna (normal) agar kelihatan lebih menarik. Di dalam ilmu kedokteran dikenal ada tiga macam operasi plastik, yaitu pertama, operasi plastik yang bertujuan untuk memperbaiki tulang atau sel-sel yang rusak (cacat) agar dapat berfungsi kembali; kedua, operasi plastik yang bertujuan untuk memperindah bentuk organ tubuh yang sempuma agar kelihatan lebih menarik; dan yang ketiga adalah operasi plastik yang bertujuan untuk menggantikan salah satu anggota organ tubuh yang rusak akibat dari kecelakaan atau suatu penyakit. Operasi plastik menurut hukum Islam dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu, pertama; operasi plastik yang diperbolehkan di dalam Islam, adalah operasi plastik yang bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan bentuk organ tubuh yang cacat, baik cacat bawaan sejak lahir maupun cacat yang disebabkan kecelakaan atau karena suatu penyakit; dan yang kedua adalah yang dilarang (diharamkan) dalam Islam, yaitu operasi plastik yang bertujuan untuk memperindah bentuk organ tubuh yang sempuma agar kelihatan lebih menarik. Adapun faktor penyebab dilakukannya operasi plastik adalah adanya kelainan-kelainan (cacat) yang terdapat pada organ tubuh manusia.
Profil Pelaku dan Korban Bullying di Sekolah Dasar Image
Profil Pelaku dan Korban Bullying di Sekolah Dasar Image
Conference paper

Profil Pelaku dan Korban Bullying di Sekolah Dasar

Model Penyelesaian Konflik Antar Kelompok dengan Pendekatan Mahfudzat Image
Model Penyelesaian Konflik Antar Kelompok dengan Pendekatan Mahfudzat Image
Conference paper

Model Penyelesaian Konflik Antar Kelompok dengan Pendekatan Mahfudzat

Persepsi Petani Tentang Tata Niaga Tembakau di Kabupaten Temanggung Image
Persepsi Petani Tentang Tata Niaga Tembakau di Kabupaten Temanggung Image
Conference paper

Persepsi Petani Tentang Tata Niaga Tembakau di Kabupaten Temanggung

Suggested For You
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Strategi React terhadap Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Materi Dimensi Tiga Kelas X SMA Image
Conference paper

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Strategi React terhadap Kemampuan Koneksi Matematik Siswa Materi Dimensi Tiga Kelas X SMA

Aim of this study was to develop learning tools of mathematics by model of Experiencing, Applying, Cooperating, and Transferrin (REACT) which was valid and practical. Learning tools developed include syllabi, lesson plan, Student Worksheet, and the student book. The development refers to the Plomp models of development model of learning device, which consists of five phases, namely the initial investigation phase, the design phase, the phase of realization, evaluation and revision of the test phase. The research instruments used in this study were the validation sheet of learning tools, questionnaire sheet of student responses to the learning implementation, and questionnaire sheet of teacher responses to the learning tools. Validator assessment results indicate that the learning tools developed were valid with an average value for validation of syllabus, lesson plans, student worksheets, and the student book were 3.23 (good), 3.21 (good), 3.29 (very good), and 3.39 (very good), respectively. Field trials showed that the application of the learning tools developed was practical. A total of 82.40% of students responded positiv to the application of the learning tool in class, while the teacher assess that learning tool that is used with a value of 4.29 (good criteria)
Penerapan Pembelajaran Pbl untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Bahasa Inggris Mahasiswa di Akparta Mandala Bakti Surakarta Image
Conference paper

Penerapan Pembelajaran Pbl untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Bahasa Inggris Mahasiswa di Akparta Mandala Bakti Surakarta

Mastery of foreign languages, especially English is very important for students, but a monotonous learning model making English communication competence of students cannot develop properly. Therefore, researchers are interested in using learning model Problem Based Learning (PBL) for the improvement of communication skills in English. The purpose of this study is to know how big is the influence of the PBL learning model or Problem Based Learning on improving communication competence (Communicative Competence) English students. The method of this study is descriptive qualitative with 32 samples of AKPARTA Mandala Bakti Surakarta students of 2013/2014 academic year. Based on t-test, the result of the research showed that p = 0.00 and r = 0.939 for p <0.05 then Ho is rejected, that means there is a difference between students‟ English competence before applying PBL model on teaching learning process and after applying PBL model for teaching learning process.