Recently Published
Most Viewed
Kalimat Anomali dan Kedudukannya dari Sudut Pandang Pragmatik Image
Journal article

Kalimat Anomali dan Kedudukannya dari Sudut Pandang Pragmatik

Di dalam berbagai bahasa tentu ada kalimat-kalimat yang menyimpangdi lihat dari keselarasan kategori dan makna elemen pembentuknya. Kalimat-kalimat seperti ini dalam istilah linguistik dikenal dengan sebutan kalimat anomali (anomalous sentence) (Kridalaksana, 1993, 14; Fromkin & Rodman. 1983, 177). Hal yang menarik dipermasalahkan di sini adalah bahwa kalimat anomali (nonsense) tidak pernah di utarakan atau diucapkan di dalam pemakaian bahasa yang sebenarnya. Kalimat-kalimat itu diciptakan dalam konteks yang abstrak, tidak jelas siapa pembicaranya, dengan s1apa kalimat itu diutarakan, kapan kalimat itu diutarakan, dan sebagainya. Abstraknya konsepsi data yang melatarbelakangi teori Chomsky.
Pemakaian Bentuk\u002Dbentuk Kebahasaan secara \u0022Opsional\u0022 dan Pemakaian Kata Mubazir Image
Journal article

Pemakaian Bentuk-bentuk Kebahasaan secara "Opsional" dan Pemakaian Kata Mubazir

Pemakaian bahasa secara "opsional" adalah pemakaian yang artinya bisa dipakai bisa tidak (Kridalaksana 1983:212). Istilah "opsional" dipakai untuk menamai tagmem yang hanya muncul pada beberapa kontruksi (Cook, 1969:17). Kehadiran suatu bentuk kebahasaan tidak menambah kejelasan dalam pemakaian bahasa secara opsional, sebaliknya ketidakhadiran suatu bentuk kebahasaan tidak mengurangi kejelasan informasi.
Suggested For You
Interpretasi Puisi Image
Journal article

Interpretasi Puisi

Makalah ini mencoba untuk mengemukakan cara-cara memproduksi makna sajak, merebut makna sajak (rekuperasi), ataupun memberikan makna sajak, tergantung dari sudut mana pemahamannya. Dengan demikian, diharapkan masalah ini dapat memberikan bekal untuk menggali nilai budaya spiritual bangsa Indonesia, di samping juga dapat menjadi sarana pengembangan budaya bangsa Indonesia. Untuk bisa memahami sajak, perlukah sajak dianalisis struktur dalamnya (Inner structure). Hal ini mengingat bahwa sajak (puisi) adalah sebuah struktur. Dengan demikian, dalam menganalisis sajak sebagai struktur tanda-taoda yang bermakna (Pradopo, 1993: 121), dipergunakan teori dan metode strukturalisme-semiotik.
Read more articles