Recently Published
Most Viewed
Racial Discrimination Towards the Hazaras as Reflected in Khaled Hosseini\u0027s the Kite Runner Image
Journal article

Racial Discrimination Towards the Hazaras as Reflected in Khaled Hosseini's the Kite Runner

Khaled Hosseini's novel entitled The Kite Runner is an American bestseller novel that represents racial conflict between the Pashtuns and Hazaras, two different races and ethnics in Afghanistan. The aims of this study are to find out the causes of racial discrimination, to analyze examples of racial discrimination, and to analyze the impacts of racial discrimination as depicted in The Kite Runner. Sociological approach and theories on racism and racial discrimination are used in this study. The result of this study shows that racial discrimination in The Kite Runner is caused by social structural factors and social psychological factors. Pashtuns and Hazaras differ in terms of religious beliefs, cultural practices, social status, and physical appearances. Pashtun as the majority race and ethnic in Afghanistan is Sunni Moslem while Hazara is Shi'a. Other reason why the Hazaras have been discriminated by Pashtun is their appearance that look like Chinese people. The Hazaras are also seen as the weakest and poorest race in Afghanistan, so that they are easily subjected to be killed, insulted, and tortured by Pashtuns. Moreover, racial discrimination in The Kite Runner causes some bad impacts to psychological health as well as to society. In The Kite Runner, it not only causes some bad impacts to Hassan's psychological health but also causes a plan to commit the genocide, slavery, and oppression act toward the Hazaras. Therefore, it can be concluded that racial discrimination is harmful to the people and society because it teaches people to make judgments about others in terms of group-based expectations or standards.
18. Yakuza Sebagai Kendala Jepang Dalam Upaya Memerangi Sex Trafficking Image
Journal article

18. Yakuza Sebagai Kendala Jepang Dalam Upaya Memerangi Sex Trafficking

Japan has a very serious problem about Sex Trafficking crime. Sex Trafficking in Japanitself then widened into prostitution and this business is almost entirely controlled by theYakuza, the Japanese mafia. Government of Japan became aware of this problem when thephenomenon of Sex Trafficking emerges. In this research, it is explained that in 2004Japan formulated Action Plan program to address the issue of Sex Trafficking in thecountry. Action Plan program which it purpose is to suppress Human Sexual Trafficking inthe country, formulated efforts made by the Government of Japan are to establish aconnection with another country, tightened "entertainer"visa rules, and enforce the Anti-Prostitution Law. The Japanese government face major obstacles, namely Yakuza as amajor actor in the activities of Sex Trafficking in Japan.
Suggested For You
KATA SAPAAN dalam DIALEK JAWA BANTEN (Studi Kasus Dialek Jawa Banten dalam Ranah Keluarga dan Ketetanggaan pada Perkampungan Margagiri Kelurahan Margatani) Image
Journal article

KATA SAPAAN dalam DIALEK JAWA BANTEN (Studi Kasus Dialek Jawa Banten dalam Ranah Keluarga dan Ketetanggaan pada Perkampungan Margagiri Kelurahan Margatani)

Kampung Margagiri adalah sebuah tempat yang masih kental menggunakan bahasa Jawa Banten di tengah “arus” globalisasi dan informasi. Pada penelitian di kawasan Kampung Margagiri penulis melakukan penelitian kata sapaan dalam dialek Banten yang digunakan oleh penutur dialek Banten yaitu Masyarakat Banten (MB) dan suku-suku pendatang yang tinggal di kawasan Kampung Margagiri. Kata sapaan merupakan bagian dari peristiwa tutur. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa MB mempunyai kata-kata sapaan sendiri, terutama dalam menyapa orang-orang yang sekerabat. Sapaan dalam keluarga inti sapaan yang digunakan oleh MB seperti [mamǝ],bapak untuk menyapa ayah; sapaan [mama'], ibu untuk menyapa ibu; sapaan [yai] untuk menyapa ayahnya ayah atau ibu; sapaan [nyai] untuk menyapa ibunya ayah atau ibu; sapaan [kakaŋ] untuk menyapa suami; sapaan [senoŋ] untuk menyapa istri; sapaan [seteŋ] untuk menyapa anak laki-laki; sapaan [seneŋ] untuk menyapa anak perempuan; sapaan pak uwǝ untuk menyapa kakak laki-laki dari ayah atau ibu; sapaan bu uwǝ untuk menyapa kaka perempuan dari ayah atau ibu; sapaan mamaŋ untuk menyapa adik laki-laki dari ayah atau ibu; sapaan bibi untu menyapa adik perempuan dari ayah atau ibu; sapaan [kakaŋ] untuk menyapa kakak laki-laki; sapaan tétéh untuk menyapa kakak perempuan. Dalam ranah ketetanggan untuk sesama MB, sapaan-sapaan yang digunakan sejajar dengan sapaan-sapaan dalam keluarga inti dan luas. Sedangkan untuk menyapa etnis lain, MB menggunakan sapaan yang berasal dari bahasa etnis tersapa.
Tugas dan Tanggung Jawab Syahbandar dalam Kegiatan Pengangkutan Laut di Indonesia Image
Journal article

Tugas dan Tanggung Jawab Syahbandar dalam Kegiatan Pengangkutan Laut di Indonesia

Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Batita di Desa Gondangwinangun Tahun 2012 Image
Journal article

Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Batita di Desa Gondangwinangun Tahun 2012

Tugas dan Tanggung Jawab Syahbandar dalam Kegiatan Pengangkutan Laut di Indonesia Image
Tugas dan Tanggung Jawab Syahbandar dalam Kegiatan Pengangkutan Laut di Indonesia Image
Journal article

Tugas dan Tanggung Jawab Syahbandar dalam Kegiatan Pengangkutan Laut di Indonesia

Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Batita di Desa Gondangwinangun Tahun 2012 Image
Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Batita di Desa Gondangwinangun Tahun 2012 Image
Journal article

Hubungan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Batita di Desa Gondangwinangun Tahun 2012

Read more articles