Baru saja dipublikasikan
Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia Image
Journal article

Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia

Measuring Passenger Car Unit (PCU) at Four Legged Roundabout Using TIME Occupancy Data Collected From Drone Image
Journal article

Measuring Passenger Car Unit (PCU) at Four Legged Roundabout Using TIME Occupancy Data Collected From Drone

Surface Structural Analysis of the Layered Perovskite Ca1.9Sr0.1RuO4 by Low Energy Electron Diffraction I\u002DV Image
Journal article

Surface Structural Analysis of the Layered Perovskite Ca1.9Sr0.1RuO4 by Low Energy Electron Diffraction I-V

Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia Image
Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia Image
Journal article

Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia

Measuring Passenger Car Unit (PCU) at Four Legged Roundabout Using TIME Occupancy Data Collected From Drone Image
Measuring Passenger Car Unit (PCU) at Four Legged Roundabout Using TIME Occupancy Data Collected From Drone Image
Journal article

Measuring Passenger Car Unit (PCU) at Four Legged Roundabout Using TIME Occupancy Data Collected From Drone

Surface Structural Analysis of the Layered Perovskite Ca1.9Sr0.1RuO4 by Low Energy Electron Diffraction I\u002DV Image
Surface Structural Analysis of the Layered Perovskite Ca1.9Sr0.1RuO4 by Low Energy Electron Diffraction I\u002DV Image
Journal article

Surface Structural Analysis of the Layered Perovskite Ca1.9Sr0.1RuO4 by Low Energy Electron Diffraction I-V

Most Viewed
Model Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Yang Terlambat Berbicara (Speech Delay) Image
Journal article

Model Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Yang Terlambat Berbicara (Speech Delay)

Bahasa anak secara bertahap berkembang sesuai rangsangan yang diberikan oleh orangtua dan guru, karena pada dasarnya yang mempengaruhi perkembangan anak adalah lingkungan. Perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun ditunjukkan dapat berbicara, penguasaan bahasa dan penyampaian kata sudah lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus speech delay, untuk mengetahui USAha-USAha guru dan orangtua dalam mengatasi anak yang terlambat berbicara serta merancang konsep model pengembangan kecakapan berbahasa anak yang terlambat berbicara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas: subjek (anak, guru dan orangtua) dan informan. Informan penelitian adalah terapis wicara anak yang ada di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data peneliti menggunakan tahap reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat anak terlambat berbicara usia 4-6 tahun pada Lembaga PAUD Khalifah Aceh 2 dan PAUD Cinta Ananda. Faktor-faktor yang memperngaruhi anak terlambat berbicara terdiri atas: kecerdasan, jenis disiplin orangtua, posisi urutan anak, anak kembar, status sosial ekonomi, ras, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, jenis kelamin, kesehatan, dan hubungan keluarga. Usaha-USAha guru dan orangtua dalam mengatasi anak terlambat berbicara ialah, melatih anak berbicara dengan benar, pelan dan berulang-ulang,saat berbicara selalu memperhatikan tata bahasa yang diucapkan, selalu melibatkan anak berbicara pada setiap keadaan dengan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru, dan konsultasi rutin untuk mengetahui perkembangan anak pada Dokter dan Psikolog anak. Simpulan dari penelitian ini, anak Speech Delay menunjukkan ciri-ciri sulit mengungkapkan ekspresi, ketidaktepatan kata yang diucapkan serta penguasaan kosakata yang tidak mendukung hal ini dilatarbelakangi oleh faktor kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, hubungan keluarga, dan kesehatan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mengembangkan kecakapan berbicara anak yang terlambat berbicaradan konsep model yang peneliti tawarkan dalam penelitian ini berbentuk strategi/teknik dalam mengatasi anak terlambat berbicara.
Kompetensi Guru dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tik) di SD Negeri 16 Banda Aceh Image
Journal article

Kompetensi Guru dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tik) di SD Negeri 16 Banda Aceh

Perkembangan TIK melaju begitu cepat bahkan telah merambah ke semua sektor kehidupan masyarakat. Sebagai seorang guru profesional kita dituntut harus memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi tersebut. Hal itu telah ditetapkan dalam Permendiknas nomor 16 tahun 2007, ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru diantaranya kompetensi pedagogik, profesional, individual, dan sosial. Yang dimaksudkan kompetensi guru dalam penelitian ini yaitu kompetensi pedagogik, dalam kompetensi pedagogik dinyatakan bahwa seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan TIK guna untuk kepentingan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK di SD Negeri 16 Banda Aceh. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana kriteria pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Subjek penelitian ini terdiri dari enam orang guru yaitu guru kelas I s/d VI. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 dan 18 Januari 2017 di SD Negeri 16 Banda Aceh.Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru sudah cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK, namun masih dibutuhkan banyak bimbingan dalam mengakses langsung media dari internet. Kedua, guru yang kurang mampu menggunakan TIK disebabkan oleh faktor usia. Ketiga, guru yang kurang mampu menggunakan TIK masih terikat dengan media konvensional yang ada di lingkungan sekitar.Simpulan penelitian ini yaitu kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik. Namun masih diperlukan banyak bimbingan dalam mencari media dan sumber belajar dari internet. Disarankan untuk pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai TIK bisa melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga beberapa kendala dalam pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran dapat diatasi.
Suggested For You
Kajian Visual Kerawang Gayo pada Upuh Ulen\u002Dulen Image
Journal article

Kajian Visual Kerawang Gayo pada Upuh Ulen-ulen

Kerawang Gayo merupakan identitas masyarakat Gayo. Kerawang Gayo adalah salah satu ragam atau motif dalam menghias kain. Menghias atau membordir Kerawang Gayo ini merupakan suatu kerajian yang dapat dimanfaatkan oleh para kaum wanita maupun kaum pria. Dilihat dari Kenyataan sekarang ini banyak masyarakat yang tidak tahu bentuk fisik upuh ulen-ulen itu sendiri terlebih generasi penerus, karena perkembangan penggunaan motif upuh ulen-ulen sering kali sulit dibedakan dengan ragam hias pelaminan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Bahan yang digunakan pada Kerawang Gayo upuh ulen– ulen di Aceh Tengah (2) Warna yang digunakan pada Kerawang Gayo upuh ulen–ulen di Aceh Tengah. (3) Jenis motif kerawang Gayo pada upuh ulen–ulen di Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang yang terdiri dari 2(dua) orang pengrajin/penjahit, 2(dua) tokoh Majlis Adat Gayo ( MAG )/Tokoh adat, 2(dua) orang pengelola wedding organizer yang berada di kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Dari hasil analisis data, temuan dalam penelitian ini dapat dikemukakan yaitu, ada 5(lima) jenis motif pada upuh ulen-ulen, 5(lima) warna yang digunakan dalam upuh ulen-ulen, dan bahan yang digunakan dalam pembuatan upuh ulen-ulen adalah kain evita dan benang bordir. Jadi simpulan dari penelitian ini adalah semua responden mengetahui upuh ulen-ulen yaitu merupakan suatu ragam hias adat Gayo dan merupakan identitas masyarakat Gayo. ini membuktikan bahwa semua responden banyak mengetahui tentang upuh ulen-ulen tersebut dengan baik dan masih memegang kuat adat mereka, Warna yang terdapat pada kerawang Gayo upuh upuh ulen-ulen ada 5 warna yaitu (1) warna kuning, (2) ilang(merah), (3) poteh (putih) , (4) ijo (hijau), (5) item (hitam). bahan yang digunakan dalam pembuatan/menjahit kerawang Gayo upuh ulen-ulen adalah bahan jenis sanwos dan evita, benang bordir dan viselin.
Journal article

Distribusi dan Kepadatan Kerang Darah (Anadara SP. ) Berdasarkan Tekstur Substrat di Perairan Ulee Lheue Banda Aceh

Distribusi dan Kepadatan Kerang Darah (Anadara SP. ) Berdasarkan Tekstur Substrat di Perairan Ulee Lheue Banda Aceh Image
Journal article

Analisis Bentuk Gerak Tari Kreasi Geunta pada Sanggar Seulaweuet

Analisis Bentuk Gerak Tari Kreasi Geunta pada Sanggar Seulaweuet Image
Journal article

Densitas Bakteri pada Limbah Cair Pasar Tradisional

Densitas Bakteri pada Limbah Cair Pasar Tradisional Image
Journal article

Applying Sem-edx Techniques to Identifying the Types of Mineral of Jades (Giok) Takengon, Aceh

Applying Sem\u002Dedx Techniques to Identifying the Types of Mineral of Jades (Giok) Takengon, Aceh Image
Baca artikel lainnya