Recently Published
Most Viewed
Pengembangan Motif Rantai, Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awan, dan Lebah Bergayut pada Kain Songket Melayu Riau Image
Conference paper

Pengembangan Motif Rantai, Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awan, dan Lebah Bergayut pada Kain Songket Melayu Riau

Songket Melayu Riau memiliki banyak motif yang berasal dari stilasi alam, mulai dari flora, fauna danbentuk siku (geometris). Setiap motif tersebut memiliki makna tersendiri, namun banyak perajin yangtidak mengetahui makna pada sebuah motif tersebut, sementara itu etika dalam menenun kainsongket juga mengalami penurunan banyak terdapat kain songket beredar di pasaran yang tidakmemiliki tepi dan kaki kain bagian atas dikarenakan penghematan waktu dan bahan. Oleh karena itudengan menggunakan metode perancangan Graham Wallas, yaitu persiapan, inkubasi,inspirasi danelaborasi dikembangkanlah motif baru Rantai, serta Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awandan Lebah Bergayut beserta makna yang dikandungnya. Motif baru ini berjumlah 20 yang nantinyaakan di pilih 8 untuk dijadikan survei kain man yang cocok untuk kaum pria dan bagaimana yangcocok untuk wanita, setelah terpilihnya 2 kain maka kain akan disungkit menurut etika dan jadilahkain songket Melayu Riau yang sempurna. Kain songket ini dapat dijadikan souvenirs sebagai oleholehatau buah tangan jika berkunjung ke Pekanbaru.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya secara Mandiri untuk Rumah Tinggal Image
Conference paper

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya secara Mandiri untuk Rumah Tinggal

Energi listrik adalah salah satu kebutuhan masyarakat modern yang sangat penting dan vital. Ketiadaan energi listrik akan sangat mengganggu keberlangsungan aktivitas manusia. Oleh karena itu kesinambungan dan ketersediaan energi listrik perlu dipertahankan setiap waktu. Rasio elektrifikasi Indonesia saat ini 87%, hal tersebut menunjukkan 8,5 juta penduduk Indonesia atau setara dengan 2500 desa yang belum dialiri listrik. Letak geografis Indonesia merupakan salah satu penyebab masih banyaknya daerah yang belum terjangkau Perusahaan Listrik Negara (PLN) seperti pulau Selaru di ujung Selatan kabupaten Maluku Tenggara Barat. Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai potensi energi surya dengan insolasi harian rata – rata 4,5 – 4,8 kWh/m / hari. Sehingga energi surya menjadi sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia. PLTS pada penelitian ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik secara mandiri pada rumah tinggal yang akan digunakan siang dan malam hari. Tipe rumah tinggal yang digunakan adalah tipe 36, dengan total kebutuhan daya listrik perharinya diperkirakan adalah 2876 Wh. Panel surya yang digunakan menghasilkan daya sebesar 300 Wp. Dengan asumsi 1 hari tanpa sinar matahari, maka diperoleh biaya investasi awal PLTS rumah tinggal secara mandiri ini adalah sebesar Rp. 98.946.000 dan biaya tahunan PLTS selama umur pakai 25 tahun adalah Rp. 11.637.840.
Peran Monosit (Makrofag) pada Proses Angiogenesis dan Fibrosis Image
Conference paper

Peran Monosit (Makrofag) pada Proses Angiogenesis dan Fibrosis

Implementasi Wireshark Untuk Penyadapan (Sniffing) Paket Data Jaringan Image
Conference paper

Implementasi Wireshark Untuk Penyadapan (Sniffing) Paket Data Jaringan

Peran Monosit (Makrofag) pada Proses Angiogenesis dan Fibrosis Image
Peran Monosit (Makrofag) pada Proses Angiogenesis dan Fibrosis Image
Conference paper

Peran Monosit (Makrofag) pada Proses Angiogenesis dan Fibrosis

Implementasi Wireshark Untuk Penyadapan (Sniffing) Paket Data Jaringan Image
Implementasi Wireshark Untuk Penyadapan (Sniffing) Paket Data Jaringan Image
Conference paper

Implementasi Wireshark Untuk Penyadapan (Sniffing) Paket Data Jaringan

Suggested For You
Evaluasi Keberhasilan Matrix Acidizing dalam Peningkatan Produksi Sumur Rama A\u002D02 dan Rama A\u002D03 pada Lapangan Rama\u002Da Image
Conference paper

Evaluasi Keberhasilan Matrix Acidizing dalam Peningkatan Produksi Sumur Rama A-02 dan Rama A-03 pada Lapangan Rama-a

Matrix acidizing pada sumur RAMA A-02 dan RAMA A-03 merupakan pekerjaan stimulasi yangdilakukan oleh CNOOC SES Ltd. pada formasi Upper dan Lower Baturaja di awal tahun 2014 danawal tahun 2011. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas fluida sumur dengan caramengatasi indikasi kerusakan disekitar wellbore yang menyebabkan terhambatnya aliran fluidasumur. Matrix acidizing pada sumur RAMA A-02 dan RAMA A-03 dilakukan denganmenginjeksikan asam ke dalam pori-pori lapisan produktif dimana tekanan injeksi berada di bawahtekanan rekah formasi sehingga reaksi dapat menyebar ke formasi batuan secara radial. Padapenelitian makalah tugas akhir ini akan dievaluasi keberhasilan peningkatan produksi setelahdilakukannya matrix acidizing. Evaluasi yang dilakukan tersebut adalah analisa produksi sumurpada saat sebelum dan setelah pekerjaan matrix acidizing, yang meliputi kenaikan produksi,Perubahan Productivity Index, Perubahan Skin Factor, serta analisa keekonomian.
Read more articles