Recently Published
Most Viewed
Tantangan Dan Hambatan Dalam Implementasi E\u002Dgovernment Di Indonesia Image
Conference paper

Tantangan Dan Hambatan Dalam Implementasi E-government Di Indonesia

Saat ini banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengembangkan pelayanan publik melalui Teknologi komunikasi dan informasi (TIK/ICT) yang disebut dengan e-government. Tetapi ada tiga hal persoalan mendasar di dalam penyelenggaran e-government tersebut yaitu ; inisiatif dan pemaknaan implementasi e-governmentoleh pemerintah daerah otonom masih bersifat sendiri-sendiri. Kedua, implementasi melalui situs web daerah tersebut belum didukung oleh sistem manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan, prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia. Ketiga, banyak pemerintah daerah meng-identikkan implementasi e-government hanya sekadar membuat situs web pemda saja (web presence), sehingga penyelenggaraan e-government hanya berhenti ditahappematangan saja dari 4 tahap yang harus dilalui.
Memahami Konsep E\u002Dgovernance Serta Hubungannya dengan E\u002Dgovernment Image
Conference paper

Memahami Konsep E-governance Serta Hubungannya dengan E-government

E-Governance, E-government dan e-Demokrasi kerap kali mempunyai definisi yang saling tumpang tindih. Banyak yang mengartikannya sebagai penggunaan ‘elektonik' terutama oleh sektor publik sebagai alat pada proses pemerintahan. Pendapat ini tidak keliru namun tidak menggambarkan seluruh aspek dari proses governance yang cukup kompleks. Berangkat dari problema tersebut paper ini mengkaji konsep governance kemudian mengintegrasikannya dengan penggunaan ICTs (Information Communication Technologies) sehingga menghasilkan framework e-Governance yang komprehensif. Paper ini merupakan studi literatur yang menjelaskan e-Governance dan hubungannya dengan e-Government dan e-Demokrasi dengan menggunakan konsep governance oleh Jon Pierre (2000) dan Mark Bevier (2007) serta konsep partisipasi dalam proses demokrasi oleh Antiroiko (2004) yang membahas potensi ICTs dalam proses demokrasi. Beberapa ilustrasi mengenai multi sektor, multi level serta dimensi governance ditunjukkan untuk memperjelas proses governance. Kemudian pembahasan mengenai framework e-Governance, e-Government dan e-Demokrasi diharapkan dapat menjelaskan hubungan dan perbedaan antara ketiga konsep tersebut.
Suggested For You
Aplikasi Kamus Bahasa Indonesia – Bahasa Sasak Berbasis Wap Image
Conference paper

Aplikasi Kamus Bahasa Indonesia – Bahasa Sasak Berbasis Wap

Bangsa Indonesia memiliki suku yang beraneka ragam. Begitu pula dengan bahasa daerah, masing-masing suku yang ada di Indonesia memiliki bahasa yang berbeda-beda pula. Bahasa Sasak adalah bahasa daerah yang digunakan di pulau Lombok. Jumlah pendatang di pulau Lombok baik dengan tujuan menetap ataupun sementara tidak sedikit, secara tidak langsung akan berkomunikasi dengan penduduk setempat, namun bahasa Sasak susah untuk dimengerti karena berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan kamus praktis untuk menerjemahkan kata dan kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Sasak. Fasilitas yang dimiliki mobile device salah satunya adalah dapat mengakses internet dengan fasilitas WAP (Wireless Application Protocol), oleh karena itu sangat bermanfaat jika dibuat program aplikasi kamus yang menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Sasak dan sebaliknya dengan teknologi WAP. Metode penelitian dilakukan dengan cara studi pustaka, dan wawancara, menganalisa kebutuhan sistem, merancang sistem, mengimplementasikan rancangan sistem tersebut menggunakan Macromedia Dreamweaver, WML, dan PHP. Tahap akhir adalah pengujian sistem dengan black box test dan alpha test. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi kamus bahasa Indonesia ke dalam bahasa Sasak dan sebaliknya dengan fasilitas WAP. Berdasarkan hasil pengujian sistem dengan black box test dan alpha test menunjukkan bahwa program dinyatakan baik dan siap untuk diimplementasikan
Read more articles