Recently Published
Portable Thermoelectric Cooler Box Performance with Variation of Input Power and Cooling Load Image
Journal article

Portable Thermoelectric Cooler Box Performance with Variation of Input Power and Cooling Load

Improvement of Soil Physical Properties of Cambisol Using Soil Amendment Image
Improvement of Soil Physical Properties of Cambisol Using Soil Amendment Image

Improvement of Soil Physical Properties of Cambisol Using Soil Amendment

Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia Image
Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia Image

Perbandingan Metode Klaster dan Preprocessing untuk Dokumen Berbahasa Indonesia

Most Viewed
Model Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Yang Terlambat Berbicara (Speech Delay) Image
Journal article

Model Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Yang Terlambat Berbicara (Speech Delay)

Bahasa anak secara bertahap berkembang sesuai rangsangan yang diberikan oleh orangtua dan guru, karena pada dasarnya yang mempengaruhi perkembangan anak adalah lingkungan. Perkembangan bahasa anak usia 4-6 tahun ditunjukkan dapat berbicara, penguasaan bahasa dan penyampaian kata sudah lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus speech delay, untuk mengetahui USAha-USAha guru dan orangtua dalam mengatasi anak yang terlambat berbicara serta merancang konsep model pengembangan kecakapan berbahasa anak yang terlambat berbicara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri atas: subjek (anak, guru dan orangtua) dan informan. Informan penelitian adalah terapis wicara anak yang ada di Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data peneliti menggunakan tahap reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat anak terlambat berbicara usia 4-6 tahun pada Lembaga PAUD Khalifah Aceh 2 dan PAUD Cinta Ananda. Faktor-faktor yang memperngaruhi anak terlambat berbicara terdiri atas: kecerdasan, jenis disiplin orangtua, posisi urutan anak, anak kembar, status sosial ekonomi, ras, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, jenis kelamin, kesehatan, dan hubungan keluarga. Usaha-USAha guru dan orangtua dalam mengatasi anak terlambat berbicara ialah, melatih anak berbicara dengan benar, pelan dan berulang-ulang,saat berbicara selalu memperhatikan tata bahasa yang diucapkan, selalu melibatkan anak berbicara pada setiap keadaan dengan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru, dan konsultasi rutin untuk mengetahui perkembangan anak pada Dokter dan Psikolog anak. Simpulan dari penelitian ini, anak Speech Delay menunjukkan ciri-ciri sulit mengungkapkan ekspresi, ketidaktepatan kata yang diucapkan serta penguasaan kosakata yang tidak mendukung hal ini dilatarbelakangi oleh faktor kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya bicara/model yang ditiru, hubungan keluarga, dan kesehatan. Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam mengembangkan kecakapan berbicara anak yang terlambat berbicaradan konsep model yang peneliti tawarkan dalam penelitian ini berbentuk strategi/teknik dalam mengatasi anak terlambat berbicara.
Kompetensi Guru dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tik) di SD Negeri 16 Banda Aceh Image
Journal article

Kompetensi Guru dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tik) di SD Negeri 16 Banda Aceh

Perkembangan TIK melaju begitu cepat bahkan telah merambah ke semua sektor kehidupan masyarakat. Sebagai seorang guru profesional kita dituntut harus memiliki kemampuan untuk menguasai teknologi tersebut. Hal itu telah ditetapkan dalam Permendiknas nomor 16 tahun 2007, ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru diantaranya kompetensi pedagogik, profesional, individual, dan sosial. Yang dimaksudkan kompetensi guru dalam penelitian ini yaitu kompetensi pedagogik, dalam kompetensi pedagogik dinyatakan bahwa seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan TIK guna untuk kepentingan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK di SD Negeri 16 Banda Aceh. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana kriteria pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Subjek penelitian ini terdiri dari enam orang guru yaitu guru kelas I s/d VI. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 dan 18 Januari 2017 di SD Negeri 16 Banda Aceh.Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru sudah cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK, namun masih dibutuhkan banyak bimbingan dalam mengakses langsung media dari internet. Kedua, guru yang kurang mampu menggunakan TIK disebabkan oleh faktor usia. Ketiga, guru yang kurang mampu menggunakan TIK masih terikat dengan media konvensional yang ada di lingkungan sekitar.Simpulan penelitian ini yaitu kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK sudah cukup baik. Namun masih diperlukan banyak bimbingan dalam mencari media dan sumber belajar dari internet. Disarankan untuk pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi pengadaan bimbingan mengenai TIK bisa melalui pelatihan, seminar, bahkan lokakarya, sehingga beberapa kendala dalam pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran dapat diatasi.
Suggested For You
Analisis Kesuburan Tanah Tempat Tumbuh Pohon Jati (Tectona Grandis L.) pada Ketinggian yang Berbeda Image
Journal article

Analisis Kesuburan Tanah Tempat Tumbuh Pohon Jati (Tectona Grandis L.) pada Ketinggian yang Berbeda

Pertumbuhan tanaman sangat ditentukan oleh beragam faktor, baik faktor internal seperti : hormon, keseimbangan air dan genetik serta faktor eksternal seperti : iklim, api, pencemaran, temperatur, radian energi, ketersediaan lengas, reaksi tanah, susunan gas dalam tanah dan ketersediaan hara tanah. Tanaman jati merupakan salah satu tanaman yang dalam proses pertumbuhannya membutuhkan unsur hara, baik makro dan mikro. Ketersediaan unsur hara makro dan mikro dalam tanah berbeda-beda tergantung dimana habitatnya. Pohon jati merupakan jenis pohon yang pertumbuhannya menyesuaikan habitatnya, baik habitat yang berada di dataran rendah maupun dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara tanah tempat tumbuh jati pada ketinggian yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan meliputi dua tahap yaitu : pertama, pengambilan sampel tanah pada ketinggian 0 – 200 mdpl (A), 201 – 400 mdpl (B) dan 401 – 600 mdpl (C); kedua, uji laboratorium untuk mengetahui kandungan unsur hara tanah baik makro dan mikro. Pengambilan contoh tanah menggunakan sistem composite sampel, yaitu percampuran contoh yang diambil dari areal yang dikehendaki. Data hasil analisis laboratorium akan ditabulasi berdasarkan ketinggian tempat, kemudian di analisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah tergolong agak masam (A dan B) dan masam (C). Kandungan C organik tergolong sedang sampai tinggi (A,B dan C), bahan organik termasuk dalam kriteria sedang sampai tinggi (B dan C) sedangkan berlebihan (A). Kriteria kandungan unsur hara makro dan mikro pada ketinggian A, B dan C bervariasi. Unsur hara makro, N tergolong rendah sampai sedang, P dan K sangat rendah, Ca tinggi dan unsur Mg tergolong sedang sampai tinggi. Kandungan unsur hara mikro Fe, Zn dan Cu sangat rendah, Mn berada dalam kisaran 20 - 3.000 ppm dan Na sangat rendah.
Read more articles